Kapolres Bima : Jadikan Pancasila Sebagai Sumber Inspirasi Berbangsa dan Bernegara

jpn

Bimantika.net -Kepolisian Resor Bima Polda NTB menggelar Upacara Peringatan hari lahir Pancasila ke -80 Senin 2 Juni 2025 di lapangan Apel Mapolres Bima sekira pukul 07.30.Wita.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bima Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutomo S.I.K.,M.I.K, dan yang bertindak sebagai Komandan upacara Ipda Ahmad Zulfikar SH.

Upacara yang diikuti oleh seluruh personel Polres Bima dan ASN lingkup Polres Bima itu diawali dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan pembacaan teks UUD 1945.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.M.I.K., dalam amanatnya menyampaikan beberapa poin diantaranya.

Hari ini 1 juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa indonesia hari lahir pancasila. tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi berdirinya negara kesatuan indonesia.

Pancasila bukan sekadar pondasi Republik dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Lanjutnya, Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman indonesia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Memperkokoh ideologi pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan kerakyatan, dan keadilan sosial.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita.

Oleh karena itu, melalui asta cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.

Diakhir amanatnya Kapolres mengajak untuk menjadikan pancasila sebagai sumber inspirasi berbangsa dan bernegara. (****)

Polsek Donggo Pastikan Kondusifitas Wilayah Dengan Cara Sambang Warga

jpn

Bimantika.net -Pada Minggu (01/05/25) sekira pukul 15.00. WITA Personel Polsek Donggo Polres Bima Polda NTB melaksanakan patroli Cipta Kondisi Sore hari.

“Patroli Cipkon tersebut untuk memastikan keamanan dan Kondusifitas wilayah”. Ungkap Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas Akp Adib Widayaka

Lanjutnya, selain itu Patroli Cipkon dengan metode sambang warga ini juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kasus 3C, Aksi Premanisme dan gangguan Kamtibmas lainya di wilayah hukum Polsek Donggo.

Patroli yang dikendalikan oleh Kapolseknya AKP Nazaruddin dan diawaki oleh empat personel itu menghimbau kepada masyarakat agar ikut berperan aktif membantu pihak kepolisian memelihara dan menjaga stabilitas wilayah.

Kepada para pemuda tim patroli mengingatkan agar tidak terlibat dan terpengaruh dengan narkoba dan tidak melakukan perbuatan melawan serta tidak menggunakan Knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dalam berkendara.

Diharapkan dengan rutinnya kehadiran Polri ditengah masyarakat Sitkamtibmas khususnya di wilayah hukum Polsek Donggo akan tetap terjaga Pungkas Adib. (*###)

Agus Mawardy Sesalkan Polres Bima Tetapkan Tersangka Mahasiswa Pejuang PPS, Kapolres Uraikan Kronologi

jpn

Bimantika.net -Salah seorang aktivis pergerakan Bima Agus Mawardy sangat menyesalkan ditahannya aktivis mahasiswa pejuang terbentuknya propinsi pulau sumbawa (PPS).

Agus berharap pada jajaran Polres Bima agar jangan perlakukan mereka ini seperti Penjahat kelas kakap. “Mereka ini generasi pejuang dan Penjaga demokrasi” ujar Agus.
.
Kata Agus Jika ada kekeliruan bukan diamputasi dan dipenjara di tengah mereka masih mencari jati diri.
.
“Kami minta dengan hormat kepada Kapolda NTB untuk evaluasi keberadaan Kapolres Bima saat ini” tegas Agus.
.
Lanjutnya, Tersangka, jika cukup alat bukti tak masalah. Tapi jangan tahan langsung. Karena masih ada langkah yg lebih manusiawi terhadap mereka melalui mekanisme damai dan Restorasi Justice (RJ).

Tatacara pihak Polres Bima menggelar konferensi pers dengan seragam pakaian tahanan pada para mahasiswa itu dianggap berlebihan oleh Agus Mawardy 
.
Sebelumnya Mahasiswa menggelar aksi Demonstrasi didepan bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Mahasiswa Cipayung Aksi Depan Bandara! Tuntut Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa, Desak Pemerintah Cabut Moratorium.

Pantauan langsung media online Bimantika Rabu siang (28/5/2025) atas aksi demonstrasi ribuan mahasiswa tersebut jalur lalulintas yang dari dan menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima macet total sekitar tiga jam.

Suara aspirasi mahasiswa menggema berharap pemerintah pusat segera cabut moratorium agar Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) terwujud.

Lima organisasi mahasiswa dari kelompok Cipayung HMI, PMII, IMM, GMNI, dan KAMMI bersatu padu menyuarakan aspirasi rakyat Pulau Sumbawa.

Gabungan Mahasiswa dari berbagai kampus di Kota dan Kabupaten Bima memboikot pintu utama bandara SMS Bima.

“Ini adalah simbol perlawanan mahasiswa terhadap lambannya respons pemerintah pusat atas aspirasi rakyat pulau sumbawa untuk pemekaran wilayah” ujar salah seorang orator.

Koordinator aksi, M. Alfiansyah, menyampaikan bahwa pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa adalah aspirasi rakyat puluhan tahun silam.

Menurutnya pembentukan propinsi pulau sumbawa bukanlah ambisi politis semata, melainkan solusi nyata untuk kemajuan propinsi pulau sumbawa.

Lanjutnya bahwa pembentukan propinsi pulau sumbawa demi kemajuan pulau sumbawa yang saat ini serba keterbatasan keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan percepatan pembangunan ekonomi di wilayah timur NTB.

“Pembentukan PPS solusi nyata untuk menghadapi persoalan-persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat Pulau Sumbawa,” ujar Alfiansyah.

Ia mengungkapkan, dengan sumber daya manusia yang mumpuni serta potensi alam yang melimpah, masyarakat Pulau Sumbawa memiliki kapasitas untuk berdiri sebagai provinsi mandiri.

Namun, hingga kini, pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran wilayah, yang menjadi batu sandungan utama perjuangan ini.

“Ini bukan lagi sekadar tuntutan mahasiswa. Ini adalah suara rakyat yang tak kunjung didengar. Jika negara hadir untuk rakyat, maka sudah saatnya aspirasi ini dipenuhi,” tegas Pian Sapaan Akrab Alfiansyah.

Dalam situasi yang memanas saat aksi tersebut spontan terjadi insiden pengerusakan salah satu mobil dinas yang melintasi jalan raya ditengah kerumunan para demonstran sehingga pengendara mobil dinas tersebut melaporkan ke pihak Polres Bima.

Tidak menunggu waktu lama, Pihak Polres Bima menetapkan enam orang mahasiswa sebagai tersangka.

Atas insiden itu Penyidik Sat Reskrim Polres Bima menetapkan 6 orang pendemo yang berbuat anarkis saat melakukan unjuk rasa pada Rabu (28/05/25) sekitar Pukul 15.00 Wita lalu.

“Total ada 6 orang pendemo yang diamankan dan kini telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka lantaran berbuat anarkis dengan melakukan pengerusakan terhadap Mobil Merk Panther warna hitam milik Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Bima,” beber Kapolres Bima, yang turut ditemani Kabag OPS Kompol Iwan Sugianto, Kasat Reskrim AKP Abdul Malik SH, dan Kasi Humas, Iptu Adib Widayaka.

Mobil Dinas tersebut, lanjutnya, dirusak dengan cara dilempari batu, ditendang, serta dipukuli saat massa unjuk melakukan aksinya di sekitar Kampus STKIP Tamsis Bima.

Selain mengamankan Barang Bukti Mobil Dinas, Polisi juga mengamankan 2 buah batu kali, dua buah bongkahan semen, dan sebatang kayu yang digunakan para tersangka untuk melakukan tindakan anarkis.

Imbasnya, pihak Dinas Peternakan Kabupaten Bima langsung melayangkan pengaduan resmi ke Mapolres Bima, yang kemudian diproses hingga penetapan terhadap tersangka.

Keenam tersangka tersebut, masing-masing berinisial MY (L/22), warga Desa Sarae Ruma Kecamatan Langgudu, ES (L/21) warga Desa Tawali Kecamatan Wera, AT (L/19) warga Desa Wora Kecamatan Wera, DDY (L/18) warga Desa Wora Kecamatan Wera, dan MA (L/24) selaku Korlap aksi warga Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Adapun pasal yang disangkakan, yakni Pasal 170 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan, yang selanjutnya keenam tersangka akan dititipkan di Mapolda NTB.

“Yakni Tindak Pidana barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang atau barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang menjalankan tugas sah atau orang yang menurut kewajiban atas undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya sebagaimana yang dimaksud dalam pasal disebut di atas,” urai Kapolres Bima.

Lebih lanjut dituturkannya, pelaksanaan Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh gabungan 5 Organisasi Mahasiswa Bima dibawah nama Cipayung Bima itu sendiri melenceng dari Surat Ijin yang diterbitkan. Pasalnya titik temu sebagaimana ijin, berlokasi di Cabang Talabiu, namun massa unras melakukan orasinya di depan kawasan Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima.

Kapolres Bima yang memimpin langsung Pengawalan dan dan Pengamanan aksi menuntut pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa tersebut memberikan himbauan dan melakukan pendekatan secara humanis agar melakukan aksi Unras di lokasi yang diijinkan.

Meski massa aksi bersikeras dan tidak mau beranjak, lanjut Kapolres Bima, namun akhirnya berhasil menggeser massa aksi ke lokasi sebagaimana surat ijin yang dilampirkan.

Namun, lagi-lagi di tengah perjalanan, tepatnya di pertigaan yang menuju ke Desa Teke massa aksi kembali berhenti dan bersikukuh sembari melakukan blokir jalan.

Untuk kedua kalinya, pihak kepolisian kembali melakukan upaya yang sama dan kembali berhasil menggeser massa aksi.

“Tapi saat itu sebagian massa aksi berlari ke arah selatan dan melihat mobil berplat merah, yang oleh saudara MA selaku Korlap memerintahkan agar massa aksi mencegatnya dan melakukan pengrusakan. setelah itu pihak Kepolisian bergegas menuju lokasi pengerusakan,” ungkap AKBP Eko Sutomo, S.I.K, M.I.K.

Polisipun akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mengamankan 6 orang pendemo atas dugaan pengrusakan mobil dinas tersebut.

Mengakhiri penyampaiannya, Kapolres Bima menekankan bahwa pihaknya sangat menjaga dan menghormati hak atas Kebebasan berpendapat yang dalam sebuah negara demokrasi adalah salah satu hak fundamental yang dilindungi undang-undang dan harus dijaga dengan baik.

“Tetapi meskipun demonstrasi diperbolehkan namun harus tetap berpedoman pada undang-undang, yakni tidak melakukan tindakan anarkis,” pungkas Kapolres Bima. (****)

Bhabinkamtibmas Polsubsektor Palibelo dan Komunitas Rupensi Desa Roi Gelar Gotong Royong

jpn

Bimantika.net -Dengan tema Jum,at bersih, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Palibelo Polres Bima Polda NTB menggelar Gotong Royong bersih bersih Lingkungan.

Kegiatan yang melibatkan Polri, TNI, Pemerintah Desa Roi dan Komunitas rumah perempuan beraksi (Rupensi) ini berlangsung pada Jum,at 30 Mei 2025 pagi.

Aipda Satriadi Joharis selaku Bhabinkamtibmas Desa Roi bersama warga membersihkan sampah dan di bakar.

Kegiatan tersebut merupakan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keindahan dan kesehatan masyarakat.

Selain itu kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Dalam kesempatan itu juga Aipda Satriadi Joharis juga menyampaikan himbauan Kamtibmas dan Sosialisasikan Layanan Call Center 110. (****)

Krisis Perlindungan Perempuan: Kegagalan Sistem Sekuler dan Solusi Dalam Islam

jpn

Oleh: Rita Kartika Syarif, S.KM., M.Kes
(Aktivis Muslimah Peduli Umat)

Bimantika.net -Belum lama ini, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan oleh viralnya pernikahan dua remaja asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pasangan tersebut adalah Rendi, siswa SMK, dan Yulia, siswi SMP—masih di usia belia dan belum selesai menempuh pendidikan dasar.

Mereka menikah melalui tradisi merariq, yakni bentuk kawin lari yang masih kuat dalam budaya masyarakat Sasak.

Peristiwa ini memantik perhatian publik. Banyak yang prihatin dengan usia pasangan yang sangat muda, ekspresi sang pengantin perempuan yang tampak ragu,

serta fakta bahwa proses pernikahan ini seolah berjalan tanpa intervensi negara, sekolah, atau lembaga perlindungan anak.

Tradisi merariq sejatinya bermakna simbol keberanian dan ikatan cinta.

Namun, dalam praktiknya hari ini, sering kali digunakan sebagai jalan pintas ketika orang tua ingin “menyelamatkan nama baik”, atau ketika remaja terbawa arus pergaulan bebas.

Sayangnya, dalam banyak kasus:

  • Anak perempuan kehilangan hak untuk menyelesaikan pendidikan
    -Masuk ke dalam pernikahan tanpa kesiapan fisik dan mental
  • Harus menghadapi tekanan ekonomi dan rumah tangga di usia yang seharusnya masih bermain dan belajar

Ironisnya, pernikahan dini yang terjadi dengan dalih adat ini sering kali justru mengabaikan maslahat dan melahirkan persoalan jangka panjang—baik bagi pasangan maupun anak-anak yang kelak lahir dari mereka.

Indonesia, seperti banyak negara lain, menganut sistem sekuler—yakni sistem yang memisahkan agama dari pengaturan kehidupan publik.

Di dalam sistem ini, perlindungan terhadap perempuan dan anak diatur melalui undang-undang, namun sering kali bersifat reaktif, bukan preventif.
Beberapa kelemahan nyata dari sistem saat ini antara lain:

  • Pendekatan permisif terhadap gaya hidup bebas
  • Lemahnya kontrol sosial
  • Tekanan adat yang lebih dominan daripada hukum negara
  • Kesenjangan ekonomi
    Islam tidak menetapkan batas usia baku untuk pernikahan, melainkan menekankan syarat utama: baligh, ridha, adanya wali, dan kesiapan lahir batin. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, kata “mampu” di sini bukan hanya bermakna fisik atau biologis, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan tanggung jawab sosial. Islam sangat memperhatikan maslahat (kebaikan) dan mencegah mafsadat (kerusakan).
Dalam sejarah panjang Khilafah Islam, memang pernah terjadi pernikahan di usia muda.

Namun konteks sosial dan hukum pada masa itu sangat berbeda:

  • Anak-anak dipersiapkan dengan pendidikan adab dan agama sejak kecil
  • Negara menerapkan hukum syariat yang menjaga hak anak dan perempuan
  • Para ulama menimbang setiap hukum berdasarkan kemaslahatan

Pengalaman panjang umat manusia menunjukkan bahwa sistem sekuler dan liberal belum mampu memberikan perlindungan yang hakiki bagi perempuan dan anak-anak. Justru sering kali kebebasan yang ditawarkan malah membuka celah bagi eksploitasi, pernikahan dini, dan kerusakan moral.

Oleh karena itu, solusi yang dibutuhkan umat hari ini bukan hanya regulasi teknis atau edukasi terbatas, tetapi perubahan sistemik:

  • Pendidikan berbasis akidah
  • Media yang mendidik dan menjaga moral
  • Negara yang menjadikan syariat sebagai landasan hukum
  • Adat yang diselaraskan dengan syariat, bukan sebaliknya

Hanya dengan kembali kepada sistem yang diturunkan oleh Sang Pencipta yakni Islam perlindungan sejati terhadap perempuan dan generasi muda dapat terwujud. Wallahu ‘alam. (****)

Program “Selasa Menyapa” Ady-Irfan Anggarannya Tidak Dibebankan Pada Pemerintah Desa

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima Menanggapi beredarnya informasi terkait anggaran Program Selasa Menyapa yang disinyalir menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan berdampak pada program kerja yang telah ditetapkan oleh Pemerintah desa,

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima, Suryadin, SS, M.Si mengeluarkan press release secara resmi terkait polemik tersebut.

Ia menjelaskan perlu disampaikan bahwa, sebagai salah satu program strategis pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan, Program Selasa Menyapa

Program ini sudah dibahas secara sistematis melalui serangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rapat teknis yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan mitra kerja pemerintah daerah.

“Hal ini dilakukan agar program tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat khususnya di aras desa” ujarnya.

Lanjutnya Kegiatan pelayanan publik dibiayai sepenuhnya dari program rutin OPD.

Sedangkan kegiatan gotong royong seperti penghijauan penanaman pohon dibiayai sepenuhnya dari program Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Demikian halnya kegiatan gotong-royong dan pemberdayaan masyarakat dibiayai sepenuhnya dari program reguler Dinas PUPR.

“Artinya, Pemerintah desa dan kecamatan hanya memfasilitasi tempat dan acara” ujarnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima Taufik ST., MT Kamis (29/5) memaparkan, selain sumber pembiayaan Pemerintah daerah, juga terdapat dukungan dari sumbangan masyarakat.

Misalnya, pada pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Lambu yang lalu, program pembersihan sedimen di saluran induk irigasi sepenuhnya dibantu dari sumbangan masyarakat”.

Namun demikian kekurangan dan hambatan yang dijumpai sejak dilakukan peluncuran program tersebut pada tanggal 20 Mei 2025 lalu di desa Rato Kecamatan Lambu, dilakukan evaluasi secara terus-menerus oleh Tim Kerja dan juga Tim Pengawas untuk memastikan program tersebut tepat sasaran dan mencerminkan kebutuhan masyarakat setempat. (***RRS007)

Kunjungan Edukatif TK/PAUD Abubakar Ash-Shiddiq ke Makodim 1608/Bima

jpn

Bimantika.net -Kodim 1608/Bima menerima kunjungan dari Sekolah Yayasan Ukhuwah Gemilang TK/PAUD Abubakar Ash-Shiddiq Kota Bima.

Kunjungan itu  dalam rangka kegiatan Outing Class. Bertempat di Mako Kodim 1608/Bima, Jl. Sukarno Hatta, Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, kegiatan ini diikuti oleh 24 orang guru dan murid. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan profesi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) kepada peserta didik sejak usia dini (28/5).

Kegiatan diawali dengan penyambutan oleh Pasipers Kodim 1608/Bima, Lettu Inf. Muhlis, dan dilanjutkan dengan sesi pengenalan tentang tugas dan peran TNI-AD dalam menjaga kedaulatan negara.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan edukatif ini, yang dikemas secara menarik dan interaktif untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta wawasan kebangsaan.

Dalam keterangannya, Lettu Inf. Muhlis menyambut baik kegiatan seperti ini dan Melalui kunjungan ini, anak-anak bisa mengenal lebih dekat profesi TNI sejak dini.

“Sehingga dapat membentuk karakter disiplin, cinta tanah air, dan rasa hormat kepada pahlawan bangsa.” ujarnya.

Setelah sesi pengenalan keprofesian, kegiatan dilanjutkan dengan tur keliling area Makodim.

di mana para guru dan murid diajak mengenal lebih dekat tentang Urban Farming yang diterapkan di lingkungan Kodim.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Andi Lulianto S.Kom. M.M Kodim menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan edukatif ini sebagai bagian dari kontribusi TNI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya generasi penerus. (****)

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., menghadiri acara peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, Program Hasil Terbaik Cepat ( PHTC ) atau Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Acara peletakan Batu Pertama turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beserta rombongan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, Walikota Bima H. Arahman H. Abidin, S.E., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), . Abdul Rauf, Dandim 1608 Bima, Kapolres Bima Kota.

Hadir juga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bima dan Kabupaten Bima, Pimpinan PT. Hutama Karya (HK), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan awak media.

Peletakan Batu Pertama secara simbolis di lakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Walikota Bima, Pimpinan PT. Hutama Karya ( HK ) dan Direktur RSUD Kota Bima, dr. Fathurrahman.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pembangunan RSUD Kota Bima salah satu Komitmen pemerintah pusat untuk menyamaratakan akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah timur Indonesia.

Mentri Kesehatan Pembangunan rumah sakit diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang lebih representatif dan terjangkau bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.

Menurutnya Layanan Kesehatan yang Representatif di Daerah adalah salah satu program utama dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Lanjut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahwa Proyek Pembangunan Pembangunan RSUD Kota Bima ini dalam rangka peningkatan Kelas Rumah Sakit dalam mendukung layanan memperluas layanan kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU).

Masih menurut Mentri Kesehatan bahwa pekerjaan ini semua menggunakan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dimana bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah.

“Dan sesuai dengan prioritas nasional dan DAK ersebut digunakan untuk mendanai kegiatan fisik maupun nonfisik, seperti pembangunan infrastruktur atau operasional layanan public”., Pungkasnya.

Acara peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kota Bima ini berlangsung pada hari Rabu 28 Mei 2025 di Lahan eks-Kantor Wali Kota Bima. (****//Sekwan)

Ketua Komisi II dan Ketua Bapemperda DPRD Kota Hadiri Musrenbang Tingkat Kota

jpn

Bimantika.net -Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Bima Gina Adriani., dan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin, S. H.I., mewakili Pimpinan DPRD Kota Bima menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota.

Kegiatan itu dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bima Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bima Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bima H. A. Rahman, H. Abidin. S.E., Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muktar, M.H., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Kota Bima, Bpk. Drs. Adisan Sahidu, M.Si., Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Asisten, Staf Ahli dan Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah Kota Bima; Kepala Dinas dan Kepala Badan se-Kota Bima, Camat Raba dan Lurah Rabangodu Utara Kota Bima, dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) teknis

Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kota Bima melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima.

Gina Adriani memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Pemerintah Kota Bima, terkhusus Bappeda Kota Bima, dimana kegiatan Musrenbang ini adalah momentum serta langkah awal untuk menyusun arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan.

Ia menyebut bahwa DPRD Kota Bima siap mendukung Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kota Bima dalam penyusunan dan merealisasikan RPJMD Kota Bima,Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bima, Tahun 2026. dalam tupoksi Dewan sebagai lembaga pengawasan.

Wali Kota Bima H. Arahman, H. Abidin. S.E., menegaskan, Musrenbang ini adalah momen strategis untuk menyusun arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan seperti urbanisasi, perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan masalah ekonomi tidak boleh melemahkan semangat pembangunan. Visi Kota Bima lima tahun ke depan adalah menjadikannya kota yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan dalam penjaringan isu strategis, Pemkot telah merumuskan prioritas pembangunan antara lain, penguatan infrastruktur kota dan kawasan strategis yang terpadu dan berkelanjutan, pelestarian lingkungan dan pengembangan infrastruktur hijau, pengentasan kemiskinan ekstrem serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Bappeda Kota Bima Drs. Adisan Sahidu, M.Si., menjelaskan, pelaksanaan Musrenbang ini merupakan bagian dari proses panjang penyusunan dokumen perencanaan daerah.

Mulai dari perencanaan awal, konsultasi publik, forum perangkat daerah, hingga penyusunan dan penetapan dokumen akhir.

Adisan menambahkan bahwasanya Musrenbang kali ini mengangkat dua tema utama, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD 2025-2029.

Tema tersebut adalah “Terwujudnya Kota Bima yang Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) tahun 2026” dan “Peningkatan Kualitas Tata Kota dan Infrastruktur Terpadu Pendukung Sektor Utama”.

Kegiatan berlangsung pada hari Rabu 28 Mei 2025. di Gedung Convention Hall paruga Na’e Kota Bima. (*)

Babinsa Koramil Monta Gelar Panen Padi di Lahan Percobaan, Wujud Nyata Dukungan TNI Untuk Ketahanan Pangan Nasional

jpn

Bimantika.net -Wujud Nyata Dukungan TNI terhadap Ketahanan Pangan Menuju Swasembada Nasional. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 1608-07/Monta melaksanakan panen padi di lahan percobaan yang dikelola bersama masyarakat petani (28/5/2025).

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen TNI AD dalam mendukung pencapaian swasembada pangan di wilayah Kabupaten Bima, melalui kolaborasi aktif antara aparat teritorial dan kelompok tani di desa binaan.

Lahan percobaan yang digunakan adalah hasil kerja sama antara Babinsa dan kelompok tani setempat, sebagai contoh penerapan pertanian terpadu dan efisien.

Wadanramil 1608-07/Monta, Kapten Inf Ibrahim, menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan pertanian ini menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, namun juga hadir dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

“Melalui panen ini, kami ingin menunjukkan bahwa Babinsa turut aktif dalam mendukung petani, memperkuat semangat gotong royong, dan memajukan pertanian lokal. Ini adalah langkah konkret menuju swasembada pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegas Kapten Ibrahim.

Dengan kegiatan ini, diharapkan hubungan sinergis antara TNI dan masyarakat semakin erat dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah. (***)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom