Hadiri Rakor, Bupati Bima Paparkan RDTR Kecamatan Lambu

jpn

BIMAntika.net Bupati Bima Ady Mahyudi didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima Suwandi, ST.MT, Plt. Kepala DPMPTSP Darmin, SE, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Kabupaten Bima Lalu Makhyaril Huda, S.ST., MH dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Amnah, ST menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Lambu Senin (3/11) di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Dalam Rakor yang dipandu Pejabat fungsional Penata Ruang Utama Kementerian ATR/BPN Dr. Ir. Gabriella Triwibawa M.Eng.M.Sc. tersebut, Bupati Bima mengatakan, Rakor lintas sektor ini merupakan bagian penting dari proses penyusunan RDTR Lambu yang bertujuan untuk menyelaraskan substansi rencana dengan berbagai kepentingan lintas sektor, baik pusat, provinsi, maupun daerah.

“RDTR ini menjadi dokumen strategis dalam mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan, berkeadilan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah”. Terangnya.

Dalam Rakor yang juga dihadiri Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, Chriesty Elisabeth Lengkong, S.Si. M.Si, MEEM, Kasubdit Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II.E, Dian Ayu Wulandari, S.Si., M.Sos., Perwakilan dari Kementerian/Lembaga Pemerintah Provinsi tersebut, Bupati Ady Mahyudi juga menegaskan sikap Pemerintah daerah.

Pemkab Bima berkomitmen untuk menetapkan RDTR Lambu melalui Peraturan Bupati sebagai acuan dalam pemanfaatan ruang di wilayah ini.

Dokumen RDTR ini juga akan diintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS) untuk memperkuat pelayanan perizinan berusaha berbasis Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Dengan demikian, RDTR ini diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi, mempercepat perizinan, dan memberikan kepastian hukum, tanpa mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup”. Jelas Bupati.

Sementara itu, pejabat fungsional Penata Ruang Utama Kementerian ATR/BPN Dr. Ir. Gabriella Triwibawa M.Eng.M.Sc dalam arahannya mengatakan, “RDTR merupakan instrumen pengendali bagaimana ruang, lahan dan lingkungan tidak tereksploitasi untuk saat ini saja, tetapi juga secara berkelanjutan untuk masa yang akan datang.

Kita juga harus mencermati ketentuan aturan zonasi yang merupakan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang. Juga harmonisasi aspek pengendalian sosial dan lingkungan”.
Kabupaten Bima diharapkan agar menjaga konsistensi dan kesesuaian antara RDTR yang telah terintegrasi dengan OSS dengan RTRW yang sedang dalam proses Revisi”. Tandasnya. (RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man : Saat Ini Pemkot Menata Infrastruktur Pengendalian Banjir, Kondisi Hutan di Hulu Rusak Parah

jpn

BIMAntika.net Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, SE menyoroti kondisi hutan dikawasan kelurahan Lampe, Dodu perbatasan antara Kabupaten Bima dengan Kota Bima.

Aji Man Sapaan akrab Walikota Bima juga menyoroti hal yang sama di wilayah Asakota sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kalau kita melihat dari siklus 10 tahunan, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan” Ungkap Aji Man pada rapat koordinasi pembangunan Kota Bima di Aula Maja Labo Dahu kantor Wali Kota Bima, pada Senin (03/11) pagi.

“Saya sudah sampaikan dan koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk segera mengambil sikap tegas tentang persoalan ini,” tegas Wali Kota.

Aji Man menyebut saat ini Pemerintah Kota Bima sedang menata infrastruktur pengendalian banjir perkotaan melalui program NUFReP dan JICA, sungai-sungai sebagian dalam tahap pekerjaan.

Begitu juga pembangunan drainase primer sedang berjalan, tetapi ini semua butuh peran semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Siklus 10 tahunan di bulan Desember 2016 silam tentu kita semua tidak berharap itu terjadi lagi pada 2026 ini. Tapi kita butuh kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi musim penghujan tahun ini, apalagi kondisi di hulu sudah rusak,” ungkapnya.

“Peran KPH Maria Donggomasa ini lemah, karena kita yang akan mendapatkan efek dari kerusakan hutan ini. Maka saya minta Camat, Lurah agar berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas pada musim hujan ini pantau aktivitas masyarakat yang membuka lahan baru,” tambahnya. (****//Kominfo)

Pemkot Bima Gelar Rakor Pokja Pengarusutamaan Gender 2025

jpn

BIMAntika.net Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Bima Tahun 2025 di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Senin 3 November 2025.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bima, Hj. Mariamah, SH dan dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Bima Hj. Badrah Ekawati A. Rahman, Ketua Puspa NTB Mardiana, S.Pd, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bima, serta Sekretaris Badan BPKAD Kota Bima.

Dalam sambutannya, Hj. Mariamah menyampaikan bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi penting agar pembangunan benar-benar memberikan ruang yang adil bagi seluruh warga tanpa terkecuali. Semua lapisan masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secara setara.

“Kota Bima sebagai daerah yang terus berbenah menuju kota yang maju dan bermartabat, menempatkan isu gender bukan sebagai tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan,” ungkap Hj. Mariamah.

Minggu lalu lanjutnya, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE telah melantik pengurus Puspa Syar’i, yaitu sebuah organisasi yang fokus memastikan partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak berbasis nilai-nilai Islami. Puspa Syari hadir bukan untuk menggantikan peran Pokja Pengarusutamaan Gender, tetapi untuk memperkuatnya.

“Dengan berbagai langkah ini, saya ingin menyampaikan bahwa semangat keadilan gender dan pengarusutamaan gender di Kota Bima tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi terwujud dalam tindakan nyata,” tegasnya Pj Sekda.

Ia ingin melihat lebih banyak perempuan memimpin di ruang publik, anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung, dan keluarga menjadi pondasi kuat bagi lahirnya masyarakat yang berdaya dan berakhlak.

Oleh karena itu, dalam Rapat Koordinasi tersebut Hj. Mariamah berharap semua pihak mampu engevaluasi capaian pelaksanaan pengarusutamaan gender secara terbuka, merumuskan strategi lintas sektor untuk memperkuat peran gender dalam pembangunan. Serta menyelaraskan kerja Pokja dengan stakeholders agar kebijakan dan gerakan sosial berjalan seiring.

“Saya mengajak seluruh peserta menjadikan rapat ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama demi mewujudkan Kota Bima yang memberi kesempatan setara bagi semua warganya untuk maju dan berkontribusi,” tutupnya.

Rapat Koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk membahas capaian, tantangan, serta langkah strategis dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kota Bima. (***//Kominfo)

Pembahasan KUA PPAS Terlambat, Pemkab Bima Berikan Penjelasan

jpn

BIMAntika.net Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Pemkab Bima Suryadin, SS, M. Si menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026 merupakan dokumen perencanaan anggaran yang orientasinya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan ekonomi nasional.

Dengan berpedoman pada prinsip penyusunan anggaran yang efisien, efektif dengan memperioritaskan program yang memberi solusi penyelesaian masalah-masalah strategis daerah.

Pada prinsipnya, mengingat urgensinya, Pemerintah daerah menghargai pandangan dan masukan dari pihak legislatif yang mendorong agar eksekutif segera melakukan pembahasan dokumen KUA PPAS tersebut.

Namun perlu dijelaskan pula bahwa sebagai sebuah pedoman dan arah bagi perencanaan, dokumen KUA PPAS perlu dilakukan pembahasan secara seksama dan mempertimbangkan secara cermat sejumlah faktor yang mempengaruhinya antara lain kondisi ekonomi makro dan implikasi pengurangan Transfer Ke Daerah (TKD) yang pada tahun anggaran 2025 -2026 menjadi tantangan fiskal bagi semua daerah,

dimana program/kegiatan yang sebelumnya sudah direncanakan tidak bisa laksanakan sebagaimana mestinya.

Ini berarti bahwa pengurangan dana transfer tersebut berdampak pada berkurangnya pembangunan infrastruktur pada daerah.

Itulah sebabnya pemerintah daerah melalui Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) melakukan telaah dan review secara cermat agar dengan anggaran yang terbatas tersebut program prioritas pembangunan daerah tepat sasaran, dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, mengacu pada hasil evaluasi Dirjen Keuangan daerah, terdapat 104 Kabupaten dan 33 Kota yang belum memenuhi belanja minimum pada dokumen RKPD (belanja 10 Urusan Wajib dan Belanja Mengikat). Pemerintah pusat merekomendasikan kepada 104 kabupaten dan 33 kota yang RKPD belum memenuhi Kebutuhan belanja minimum diminta untuk menyesuaikan/memenuhi kebutuhan belanja wajib;

Hasil evaluasi Dirjen Bina Bangda juga mencatat, terdapat 76 Kabupaten dan Kota yang sudah terpenuhi belanja minimum

tapi tidak mampu membiayai belanja mendesak, termasuk Kabupaten Bima. Bagi 76 Kabupaten/Kota yang sudah terpenuhi belanja wajib tapi tidak memiliki kemampuan untuk membiayai belanja mendesak diberi kesempatan mengusulkan 10 program prioritas daerah.

Di tingkat Kabupaten Bima, 10 usulan program perioritas dan mendesak Kabupaten Bima tersebut

Mencakup: Jembatan Ujung Kalate, Jembatan Jala Nggembe, Jalan Karampi, SDN Doro O’o, Kantor Inspektorat, Kantor Bappeda, RSUD Sondosia, Puskesmas Ngali, Tambahan Iuran BPJS dan Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Kecamatan Bolo dengan total usulan senilai Rp. 194,1 milyar.

Terkait penyusunan dokumen tersebut, Bupati Bima secara khusus telah menginstruksikan kepada Bappeda dan Tim Penyusun RKPD Tahun Anggaran 2026 untuk melakukan percepatan penyusunan agar dapat dilakukan pembahasan lebih lanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (****)

Bupati Ady Mahyudi : “Selasa Menyapa” Wujud Nyata Kehadiran Pemerintah Untuk Rakyat

jpn

BIMAntika.net “Untuk melayani masyarakat Kecamatan Sanggar, khususnya desa Boro dan Desa Kore, Ady-Irfan membawa banyak program”. Kata Wabup dr.Irfan Zubaidy dalam pengantarnya pada Acara Ngopi Bareng dan Bazar UMKM Selasa Menyapa Kecamatan Sanggar Rabu (29/10) di Gedung Serba Guna La Hami Kore.

Pada acara yang dipandu oleh Raani Wahyuni, S.T., M.T., M.Sc. dan Dr. Karyadin ini Wakil Bupati menandaskan, dalam kerangka Selasa Menyapa, pemerintah daerah memberikan pengobatan layanan pengobatan gratis.

Program pro rakyat lainnya adalah sunatan massal, penghijauan di Desa Kore dan Desa Boro dengan total penanaman 1.000 pohon, pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, akta kelahiran, dan akta kematian secara langsung di lokasi kegiatan.

Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan, kegiatan Selasa Menyapa merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

“Ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah untuk rakyat” Terangnya dhadapan anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil III, Camat Sanggar Ahmad, S.H., unsur Muspika, Ketua TP PKK Kecamatan Sanggar, Korwil Pendidikan, para Kepala Sekolah, Kepala desa se Kecamatan Sanggar, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama serta warga Desa Kore dan Desa Boro yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ady Mahyudi berharap Melalui Selasa Menyapa, ingin bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat, terus mengunjungi desa-desa untuk memperkuat pelayanan publik dan membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat.

Bupati hadir bersama Ketua TP.PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti dan Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima Ny.Anita H. Irfan.

Selain beragam tampilan kesenian, Selasa Menyapa di Kecamatan Sanggar juga menampilkan pameran dan promosi produk UMKM lokal, di mana para pelaku usaha mikro diberi kesempatan memperkenalkan produk unggulan mereka, seperti aneka makanan olahan, kerajinan tangan, dan produk herbal khas Sanggar. (RRS/RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man Ajak Semua Pihak Bersinergi Dukung Program Pembangunan Daerah

jpn

BIMAntika.net Wali Kota Bima menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bima Raya, yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Bima. Jum’at, 31 Oktober 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PKS yang juga anggota DPRD Kota Bima, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, serta Ketua dan pengurus KAMMI Bima Raya.

Perwakilan KAMMI Bima Raya dalam pertemuan tersebut menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Wali Kota Bima. Ia menjelaskan bahwa KAMMI merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 1998 dan terus berkembang, termasuk di wilayah Bima sejak tahun 2014–2015.

KAMMI berfokus pada pembinaan kepribadian Islam mahasiswa dan mengawal kebijakan pemerintah”

“Melalui silaturahmi ini, kami berharap dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyukseskan berbagai program,” ujarnya.

Selain itu, pihak KAMMI juga memaparkan sejumlah kegiatan sosial yang telah dilakukan, seperti aksi Jumat Berbagi dan kegiatan bersih-bersih pantai di Amahami sebagai bentuk dukungan terhadap program Kota Bima yang bersih.

“Kedepannya kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan kenakalan remaja, sekaligus mendorong pengembangan BUMD yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti air bersih,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, SE menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran pengurus KAMMI.

Wali Kota juga menekankan pentingnya berdiskusi secara terbuka antara mahasiswa dan pemerintah.

“Tidak perlu demo kalau bisa berdiskusi. Kalian lahir dari semangat reformasi dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan dan kepemimpinan yang amanah. Pemerintah memang terbatas, tetapi jika bisa berkolaborasi, insyaallah banyak hal yang bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Terkait aspirasi pengembangan BUMD, Wali Kota menjelaskan bahwa Kota Bima telah memiliki BUMD, namun saat ini pemerintah tengah memikirkan model usaha yang bisa memberikan profit dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Aji Man Sapaan akrab Walikota Bima mengajak seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan, untuk terus berdiskusi dan bersinergi dalam mendukung program pembangunan daerah.

Lebih lanjut Aji Man menyoroti pentingnya peran KAMMI dalam mendukung program pemerintah, termasuk dalam memberantas peredaran minuman keras di Kota Bima.“

Saya ingin KAMMI ikut membantu memberikan dukungan moral kepada pemerintah dalam memberantas miras. Suara kalian sangat berarti,” tegasnya.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program Kota Bima Bisa.

“Setiap kali ada kegiatan gotong royong, mari kita dukung dengan aksi nyata, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Tanpa dukungan semua pihak, program ini akan berjalan lambat,” ujarnya.

Menutup pertemuan tersebut, Wali Kota menyinggung soal penanganan kenakalan remaja yang menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kota Bima.

Aji Man berkomitmen untuk memberikan ruang untuk remaja untuk ikut berpartisipasi dalam UMKM dan melakukan edukasi secara berkelanjutan, termasuk melalui himbauan ke masjid-masjid dan kegiatan sosial keagamaan.

“Mudah-mudahan tumbuh kesadaran pada anak-anak kita agar memiliki perilaku yang lebih baik,” pungkasnya. (****//Kominfo)

Momen “Selasa Menyapa” Ady-Irfan Launching Kampung Anti Demam Berdarah di Sanggar

jpn

BIMAntika.net Momentum “Selasa Menyapa” program andalan era Bupati dan Wakil Bupati Bima Ady Mahyudi dan dr H. Irfan (Ady-Irfan) benar-benar fokus untuk kemaslahatan warga masyarakat Kabupaten Bima secara luas dan menyeluruh.

Selasa Menyapa di Kecamatan Sanggar Ady-Irfan secara resmi Launching Kampung Anti Demam Berdarah (Kanda) di Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Sanggar.

Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan, dengan diLaunching Kanda tersebut pemda maupun masyarakat dapat mencegah secara dini DBD.

“Melalui program ini jajaran Pemerintah dan masyarakat dapat melakukan beberapa langkah antisipasi meminimalisir adanya DBD” ujar Ady Mahyudi.

Menurut Ady Mahyudi bahwa pola pencegahan DBD ada beberapa langkah yang diambil seperti Penggunaan Kelambu dan Jaring.

Salah satunya menggunakan kelambu dan jaring untuk mencegah gigitan nyamuk.

Antisipasi lainnya menurut Bupati Ady Mahyudi adalah Penggunaan insektisida untuk menghalangi dan membunuh nyamuk dan jentik-jentiknya.

“Serta yang tidak kalah pentingnya adalah memberi penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD dan pentingnya partisipasi aktif warga secara bersama dalam pencegahan penyakit DBD” ujar Ady Mahyudi.

Tim Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima yang ikut dalam Program Selasa Menyapa menyampaikan, dalam upaya pencegahan Deman berdarah dengue, pihak akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Masyarakat melalui PKM dan Pustu yang ada ditiap kecamatan dan Desa.

“Momentum Selasa Menyapa ini Kami akan Melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis pada warga masyarakat” ujar Suhartati, AMHK Ketua tim kerja penyakit menular dan tidak menular bidang P2P Dikes kabupaten Bima.

Ia pun menerangkan bahwa Dikes Kabupaten Bima akan secara rutin mendeteksi gejala DBD sejak dini.

“Ini yang akan kami lakukan dengan partisipasi aktif semua lapisan masyarakat dan digerakkan oleh Dikes serta OPD terkait kami berharap kampanye ini dapat efektif dalam mengurangi kasus DBD di Kabupaten Bima khususnya di Kecamatan Sanggar” demikian ujarnya. (RumaRenggeSape//RRS007//)

Selasa Menyapa di Sanggar Bupati Disambut Kesenian Hadrah

jpn

BIMAntika.net Kegiatan Selasa Menyapa di kecamatan Sanggar yang menyasar desa Kore dan desa Boro Rabu – Kamis (29-30) Oktober 2025 diawali penyambutan Rombongan Bupati Bima Adi Mahyudi dan Ketua TP. PKK Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaidy dan Ny. Anita H.Irfan yang hadir bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian dan jumlah pejabat terkait di lingkup pemerintahan Kabupaten Bima.

Bupati dan rombongan dipandu oleh Marching Band SMA Negeri I Sanggar berjalan bersama warga dari depan Puskesmas setempat menuju Masjid Besar Al-Munawarah-Kore.

Kemudian disambut lantunan Hadrah dan mendapatkan sambutan hangat dan dari Camat, Muspika, Kepala UPT, Korwil Pendidikan, Guru-guru dan warga yang sudah menunggu di depan masjid.

Camat Sanggar Ahmad, SH dan kepala desa Kore M. Tayeb mengalungkan selendang saat Bupati dan Wakil Bupati tiba di depan masjid. Setelah prosesi penerimaan Bupati, Wabup beserta rombongan menunaikan shalat Magrib berjamaah di Masjid Al-Munawarah.

Selanjutnya menunggu waktu acara ngopi bareng dan Bazar UMKM yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) La Hami Kore.

“Terima kasih atas sambutan yang begitu meriah dari Camat, Muspika beserta seluruh elemen masyarakat kecamatan Sanggar. Mudah-mudahan pada kegiatan yang akan berlangsung di dua desa (Kore dan Boro) keesokan harinya kita kembali dapatKesenian Hadrah Sambut Bupati dan Rombongan di Selasa Menyapa Sanggar
Bima, Bimantika.net

Kegiatan Selasa Menyapa di kecamatan Sanggar yang menyasar desa Kore dan desa Boro Rabu – Kamis (29-30) Oktober 2025 diawali penyambutan Rombongan Bupati Bima Adi Mahyudi dan Ketua TP. PKK Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaidy dan Ny. Anita H.Irfan yang hadir bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian dan jumlah pejabat terkait di lingkup pemerintahan Kabupaten Bima.

Bupati dan rombongan dipandu oleh Marching Band SMA Negeri I Sanggar berjalan bersama warga dari depan Puskesmas setempat menuju Masjid Besar Al-Munawarah-Kore, kemudian disambut lantunan Hadrah dan mendapatkan sambutan hangat dan dari Camat, Muspika, Kepala UPT, Korwil Pendidikan, Guru-guru dan warga yang sudah menunggu di depan masjid.

Camat Sanggar Ahmad, SH dan kepala desa Kore M. Tayeb mengalungkan selendang saat Bupati dan Wakil Bupati tiba di depan masjid. Setelah prosesi penerimaan Bupati, Wabup beserta rombongan menunaikan shalat Magrib berjamaah di Masjid Al-Munawarah untuk selanjutnya menunggu waktu acara ngopi bareng dan Bazar UMKM yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) La Hami Kore.

“Terima kasih atas sambutan yang begitu meriah dari Camat, Muspika beserta seluruh elemen masyarakat kecamatan Sanggar. Mudah-mudahan pada kegiatan yang akan berlangsung di dua desa (Kore dan Boro) keesokan harinya kita kembali dapat berkumpul untuk bersama-sama menuntaskan beragam kegiatan pelayanan, penataan lingkungan dan penghijauan”. Ungkap Bupati. (RRS/RumaRenggeSape/007)

Raih Juara STQH Nasional, Rahmawati Terima Hadiah Sepeda Motor dari Bupati Bima

jpn

BIMAntika.net Bupati Bima Ady Mahyudi Selasa (28/10) menyerahkan hadiah satu unit sepeda motor NMAX
kepada Qori duta Kabupaten Bima asal desa Rasabou kecamatan Bolo yang berhasil meraih predikat terbaik sebagai juara pada‎ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tahun 2025.

Hadiah tersebut diserahkan Bupati Bima yang didampingi Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaedy, para pejabat struktural dan fungsional, bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tingkat Kabupaten Bima di Halaman Kantor Bupati Bima.

Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bima menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas prestasi yang diraih oleh Khairunnisa karena telah membawa nama baik daerah di kancah nasional.

‎“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujar Bupati Bima.

‎Sementara itu, Khairunnisa, S.Pdi, yang hadir bersama Camat Bolo Dra Hj.Arabiah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bima atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Ia berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.

‎“Hadiah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk dukungan moral dari pemkab agar kami terus berjuang di bidang seni baca Al-Qur’an” kata Khairunnisa.

‎Sebagai informasi, Khairunnisa, S.Pdi sebelumnya meraih juara 1 pada STQH Tingkat Nasional XXVIII di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang berlangsung tanggal 12 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2025.

Di Babak Final, Khairunnisa berhasil melampaui duta provinsi DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. (RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man : Mari Tanamkan dan Amalkan Nilai-nilai Al-Qur’an Dalam Diri dan Keluarga

jpn

BIMAntika.net Walikota Bima H. Arahman H. Abidin, SE, bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, menghadiri kegiatan Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XVIII Tingkat Kota Bima Tahun 2025 yang digelar di Lapangan PU Raba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima ; organisasi keagamaan, Ketua MUI Kota Bima, rganisasi wanita, Ketua TP PKK Kota Bima, tokoh agama, tokoh masyarakat, para dewan hakim, serta kafilah dari lima kecamatan yang ada di Kota Bima. Selasa, (28/10/2025).

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XVIII Tingkat Kota Bima Tahun 2025 telah berakhir. Malam ini merupakan malam puncak penganugerahaan penghargaan, dan pembacaan nama-nama peserta qori, qoriah, hafidz, hafidzah, terbaik satu, dua dan tiga pada berbagai jenis mata lomba.

Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, dengan waktu pelaksanaan selama 4 hari, dari tanggal 24 hingga 28 Oktober 2025, dan digelar di tiga tempat yang berbeda, yakni di TK Pembina Kota Bima, di SMPN 4 Kota Bima, dan di Lapangan PU Raba, yang merupakan panggung utama pelaksanaan MTQ Ke-XVIII Tingkat Kota Bima.

Aji Man sapaan akrabnya juga hadir bersama istri, Hj. Badrah Ekawati, S.E., S.Tr.Keb. yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Bima, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XVIII Tingkat Kota Bima Tahun 2025.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Bima, mengapresiasi, dan menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga, kepada seluruh panitia, Ketua, dan jajarannya, dewan hakam, serta seluruh peserta lomba, qori, qoriah, dan hafidz, hafidzah, atas kerja kerasnya, dan partisipasinya, hingga acara ini, berjalan lancar, dan sukses,” ujar H. Rahman.

Dengan melihat banyaknya fenomena yang berkembang akhir-akhir ini, baik itu di media sosial, maupun di dunia nyata, yang banyak mencerminkan hal-hal negatif, dalam hal ini, Wali Kota Bima merasa khawatir, akan berdampak pada generasi-generasi yang ada di Kota Bima. Untuk itu ia berharap, melalui MTQ ini, masyarakat Kota Bima, lebih khusus generasi-generasi muda, agar bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an, karena menurutnya Al-Qur’an merupakan cahaya, dan penuntun manusia untuk kembali di jalan yang benar.

“Saya mengajak kita semua, melalui MTQ ini, mari kita tanamkan, dan kita amalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam diri kita, dan keluarga kita, setelah MTQ malam ini selesai, saya berharap Al-Qur’an tetap terdengar di rumah-rumah kita, di sekolah, dan di tempat-tempat kerja kita,” ungkap Wali Kota Bima.

Pada malam puncak Penutupan MTQ Ke- XVIII Tingkat Kota Bima, berdasarkan hasil penilaian dewan hakim, memutuskan, Kecamatan Mpunda ditetapkan sebagai Juara Umum MTQ Ke-XVIII Tingkat Kota Bima, di susul oleh Kecamatan Rasanae Timur, sebagai juara kedua, dan Kecamatan Asa Kota, sebagai juara ketiga, dan diurutan keempat, dan kelima, adalah Kecamatan Rasanae Barat, dan Kecamatan Raba.

Dipenghujung sambutannya Wali Kota Bima, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta MTQ, yang telah berhasil meraih juara, dan bagi yang belum, Wali Kota berikan motivasi, agar tetap semangat, dan terus belajar. Ucapan selamat juga beliau sampaikan pada kafilah Kecamatan Mpunda yang berhasil meraih juara satu umum, dan berhak membawa pulang piala bergilir MTQ tingkat Kota Bima.

“Selamat, saya ucapakan pada peserta yang berhasil meraih juara, dan yang belum, jangan berkecil hati, belajar lagi, dan tetap semangat,” pinta Wali Kota.

Dengan telah terlaksananya MTQ ini, kita berharap, dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh masyarakat Kota Bima, untuk senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Bima menyerahkan piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba.

Dengan terselenggaranya MTQ ke-XVIII Tingkat Kota Bima Tahun 2025, Pemerintah Kota Bima berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi dalam kehidupan masyarakat, serta menjadi landasan moral dalam mewujudkan Kota Bima yang Maju, Mandiri, dan Religius. (****//Kominfo)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom