Bimantika.net,_ Salah Seorang Magister Ilmu Politik Zulchijjah Djuwaid, MSI melalui Press releasenya pada Redaksi Bimantika.net menyebutkan bahwa Pilkada Kabupaten Bima dihiasi oleh pola dan strategis tingkat elite sehingga salah satu Bakal Pasangan Calon Yakni Drs. H. Syafruddin dan Ady Mahyudi (Syafaad) yang sejak lama mendapatkan SK dari DPP PAN namun mengalami kesulitan eksekusi Partai Koalisi lainnya untuk menyempurnakan Bakal Pasangan ini bisa di daftarkan di KPUD Kabupaten Bima.
Bagi Zulchijjah, survei ulang Nasdem antara pasangan Syafaad dan petahana dalam hal ini IDP_Dahlan sesungguhnya peringatan dini menyempurnakan keretakan perahu Syafaad dari strategi politik tingkat tinggi. Apakah Syafaad membaca itu?
Menurut Zulchijjah bahwa dalam sejarah demokrasi kita maupun diberbagi belahan dunia bahwa tidak pernah ada satupun lembaga survei yang merilis elektabilitas petahana lebih kecil dari lawannya. Apakah Syafaad mengerti fenomena itu?
Menurut Zulchijjah Menunggu hasil survei ulang Nasdem sebagai basis kepercayaan diri Syafaad adalah kekonyolan yang nyata. Mempercayai peluang dari kondisi terburuk yang sudah terang dan nyata adalah kebodohan. “Tidak usah tunggu survei kalau soal elektabilitas. Petahana tidak ada lawan” ungkapnya
Masih menurut Zulchijjah, Survei Nasdem tidak lebih dari alasan pembenaran bahwa partai memanusiakan kader. Bagi Syafaat melihatnya sebagai peluang. Itu cara penglihatan yang salah total.
“Saya menduga kuat, ada perilaku politik partisan yang memanfaatkan tingkat frustasi Syafaad dengan tehnik melakukan penetrasi survei. Tujuannya mengambil energi Syafaad dalam gerak jalannya yg sempoyongan, Sekarang belum terasa, kelak H. Safru akan sadar, sialan lu gue di tipu berkali-kali” demikian Ungkap Zulchijjah. (BNN_01)

