Bimantika.net,_Desk Pilkada Partai Demokrat NTB, Suryadinata, SE saat dikonfirmasi Bimantika.net (16/7/2020) menyebutkan bahwa atas arahan DPP Partai Demokrat dirinya selalu siap sosialisasikan Drs. H. Arifin, MM yang mendapatkan surat tugas dari DPP Partai Demokrat secara resmi. Dirinyapun menyenutkan bahwa surat tugas tersbut harus dimaknai oleh Bakal Calon Bupati Bima itu agar melaksanakan perintah partai dalam mencari koalisi dan pasangan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dirinya berharap kader dan pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bima harus mengamankan keputusan DPP ketimbang melakukan manuve
“Kader Partai Demokrat harus mengawal kinerja politik H. Arifin. itu keputusan tertinggi yang harus ditaati dan dilaksanakan” ungkapnya.
Lanjut Uya sapaan akrabnya, dalam surat tersebut H. Arifin sudah diperintahkan untuk mencari koalisi dan pasangan. Sementara batas waktunya tidak ditentukan dalam surat tugas. Karena intinya sampai selesai tugas H. Arifin mendapatkan koalisi dan pasangan, pun pada saatnya nanti DPP Demokrat yang akan melakukan evaluasi atas apa yang dilakukan oleh H. Arifin selama ini.
Menurut hasil pantauannya, ada kader DPC Demokrat Kabupaten Bima harga mati ke pasangan calon lain seperti ke IDP dan IMAN bahkan secara terang-terangan menyebutkan hal itu di media sosial.
“Harusnya sejak surat tugas diterbitkan oleh DPP, semua kader dan pengurus amankan dan kawal serta taati dan tidak lagi bermanuver kiri-kanan. Karena Partai Demokrat juga tidak ingin ketinggalan kereta dan gerbong pada setiap momen Pilkada seluruh Indonesia” ujarnya.
Masih menurut Uya, surat tugas dari DPP telah diserahkan ke H. Arifin tidak serta merta begitu saja dikeluarkan melainkan ada kajian strategis dari DPP.
“oleh karena itu diharapkan pada teman-teman DPC Demokrat Kabupaten Bima memaknai Surat tugas itu adalah sebuah strategi yang perlu diamankan, maka sepatutnya para kader dan pengurus yang ada di bawah patuh untuk amankan surat tugas dimaksud,” tegas Uya.
Dirinya berharap agar siapapun pengurus dan kader Partai Demokrat di Kabupaten Bima, jangan lagi bermanuver berselancar di media sosial, saatnya mengamankan surat tugas itu hingga di tingkat ranting. Karena jika masih tidak patuh pada DPP, konsekuensinya sangat besar buat kader pembelot.
“Bisa dipecat langsung apabila tidak patuh dengan arahan dan perintah partai , entaj dia Ketua Demokrat atau kader yang duduk di lembaga legislatif, harus menerima konsekuensi pemecatan,” demikian tegas Uya yang juga putra asli Bima ini.
Sementara itu Ketua tim Sukses H. Arifin, Ilham AR menegaskan bahwa H. Arifin sudah sangat siap untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bima setelah melakukan blusukan blusukan di arus bawah.
“Insya Allah H. Arifin sudah memahami sepenuhnya apa kehendak rakyat arus bawah dan sekarang kita mulai masuk tahapan selanjutnya mematenkan pasangannya calon Wakil Bupati dan Koalisi Parpol pendukung melalui poros koalisi Demokrat” ungkapnya. (BNN_01)

