Bimantika.net,_Salah Seorang Tokoh muda Bima NTB yang sukses meraih Gelar Akademik Magister Ilmu Politik, Zulchijjah H. Djuwaid pada Bimantika.net Jum’at (10/7/2020) menyebutkan bahwa di Pilkada Kabupaten Bima yang digelar Desember 2020, salah satu bakal pasangan calon yakni Drs. H. Syafruddin H. M. Nur dan Ady Mahyudi (Syafaad) bakal terkubur manakala Nasdem memilih berlabuh ke pangkuan petahana IDP_Dahlan. Dan di kondisi yang sama, PAN malah kian bersinar.
Zulchijjah mengatakan, ketika nanti dokumen rekomendasi Nasdem rezekinya untuk petahana, maka Syafaad terpaksa meratapi kesedihan. Namun kita tidak ingin situasi itu terjadi. Tapi realitas politik esok, lusa berkata demikian.
Kata dia, Syafaad hanya tampak besar dalam imajinasi maya saja, tapi sangat keropos dalam faktanya.
Bagaimana mungkin kewarasan kita bisa menerima kebesaran simbol Syafaad, sementara belum ada satupun surat tugas parpol yang mereka kantongi di luar SK DPP PAN. Posisi Nasdem adalah kunci hidup matinya kartu politik pasangan Syafaad.
“Tanda kartu mati yang dipegang Syafaad saat ini terbaca terang bahkan dengan mata telanjang”, katanya.
“Lihat saja kemesraan Ketua DPC dan Ketua DPW Nasdem dengan petahana. Baca pula survei petahana yang masih memegang rekor elektabilitas nomor satu dari semua calon. Lalu keyakinan apa lagi yang mendasari bahwa Nasdem berlabu ke pasangan Syafaad?”, tanyanya.
Demikian tenang posisi petahana, tidak kasuk-kusuk masuk Jakarta. Itu artinya petahana telah terkonfirmasi dari pusat bahwa Nasdem mengawal pertarungan memenangkan petahana.
“Kalau demikian, apakah pasangan Syafaad masih langgeng? Mustahil mau sama-sama menderita akibat kelalaian salah satu diantara keduanya”, sambungnya.
Pada titik itulah posisi politik Ady Mahyudi makin tidak diuntungkan karena tongkat komando dan intruksi terpusat dalam kendali DPP PAN.
“PAN kemudian bersinar ditengah meredupnya H. Syafrudin dan Ketidak beruntungan Ady Mahyudi. PAN Sebagai partai besar bakal tidak mungkin mau kehilangan kewibawaan dalam sebuah kontestasi politik”, tutupnya. (BNN_01)

