Bimantika.net
Beberapa kali Media Bimantika.net membuat berita tentang kisruh yang sedang berkelanjutan di internal satuan Polisi Pamong Praja Pemerintahan Kota Bima. Untuk publik ketahui bahwa
Kegiatan Penyuluhan pencegahan berkembangnya Prostitusi oleh Salah satu seksi di Satpol PP Kota Bima pada Bulan April 2019 lalu membawa petaka bagi para pelaksana kegiatan tersebut, karena plt. Kasat Pol PP enggan membayar lunas kegiatan tersebut padahal kegiatan sudah di realisasikan dan dilaksanakan dengan data data yang riil. Ini tentunya membuktikan bahwa management internal satuan Polisi Pamong praja Kota Bima sangat Amburadul. “Mungkin ini juga mantan Kasat Pol PP, pak Kaharuddin mengundurkan diri karna kisruh internal” ujar salah satu nara sumber Bimantika.net M. Hadi yang juga sebagai tokoh LSM kota Bima saat diwawancarai crew Bimantika.net beberpaa waktu yang lalu.

Kini Sumber Bimantika.net Johan Jauhari sebut bahwa arogansi Plt. Kasat Pol PP Kota Bima yang enggan membayar kegiatan kantornya adalah bentuk pembangkangan para pejabat yang sudah tidak punya lagi rasa malu pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat. “Saya menduga kuat ini ada penggelapan uang kegiatan di Sat Pol PP Kota Bima” ujar Johan. Mestinya Kasat Pol PP yang memiliki tanggung jawab penuh pada organisasinya tidak bersikap arogan dan harusnya menyelesaikan masalah internal secara santun dan bermartabat. “Mestinya Kasat Pol PP tidak serta merta memperkihatkan sikap arogansinya untuk tidak membayar sejumlah kegiatan anak buahnya, nanti akan panjang masalahnya” demikian ujar johan.
Bahkan dirinya menduga dengan kuat keuangan Sat pol PP kota bima dikelola secara tidak wajar yang berakibat pada salah satu seksinya tidak berdaya.
Dirinya mengusulkan pada walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE segera membenahi total skpd Sat pol PP sehingga bisa mengakhiri kisruh yang berkepanjangan tersebut.
Baik kasat Pol PP dan Walikota Bima sama sama tidak memberikan tanggapan apapun. (/arif)

