Tim Central Komando Wera Siap Menangkan Syafaad

Bimantika net. Wera adalah kecamatan bagian utara kabupaten bima yang masyarakatnya mayoritas petani dan Nelayan, dan kecamatan Wera masuk dalam zona timur dalam pembagian zona kampanye di pilkada kabupaten bima 2020 ini bergabung dengan Kec Ambalawi, Wawo, Sape dan Lambu.

Masyarakat Wera tidak mau kalah dengan kecamatan kecamatan yang lain seperti Sape dengan Baret Merah nya kecamatan wera pun punya pasukan juga seperti GARUDA TIMUR dan CENTRAL KOMANDO yang berada di desa Sangiang.

Dalam pernyataannya ketua Central komando Husain mengatakan Sangiang adalah kampung SYAFAAD, Sangiang milik Syafru-Ady dan itu tidak bisa dibantah walaupun hari ini dirinya tau rival sangat masif untuk melakukan invasi hampir disetiap dusun.

Menurutnya ada dua indikator besar kenapa CENTRAL COMANDO yakin kalau sangiang masih menjadi kampung Syafaad.

Menurutnya Pertama, adanya 2 tokoh besar yg menjadi kekuatan besar dan menjadi pemercik semangat pemuda sangiang yang tergabung di CENTRAL COMANDO yaitu pak SUKRIN HT. M. Pd yang menjadi icon sekaligus kebanggaan masyarakat wera yang sebentar lagi akan di lantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat tingkat 1 NTB penggantikan Antar Waktu (PAW) dari Ady Mahyudi calon Wakil Bupati dari fraksi partai Amanat Nasional (PAN).

Dan Kedua adanya H.AdLAN S.Pd Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Bima.

“Dikontestasi pilkada 2015 saja Ady dan H. Syafru pisah dan disangiang, Ady mahyudi jauh mengungguli rivalnya apalagi dipilkada 2020 sekarang mereka tergabung menjadi kekuatan besar yaitu paslon SYAFAAD” ujarnya.

2 indikator itu saja sudah cukup menjadi tolak ukur keyakinan mereka kenapa sangiang mereka katakan kampungnya SYAFAAD,.

“Kami di CENTRAL COMANDO siap lahir bathin untuk memenangkan SYAFAAD baik di desa Sangiang maupun di kecamatan Wera pada umum nya” ujarnya.

Lanjutnya, bahwa dirinya juga tetap melakukan kampanye serta konsolidasi di seluruh desa yang ada di kecamatan Wera walaupun tanpa adanya paslon yang datang di tengah mereka. (BNN_07/Ruma Rengge)

2021 Pemkab Bima Dapat Alokasi 8 BTS

Bimantika.net,_Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI, red) melaksanakan Sosialisasi Pinjam Pakai Lahan (PPL) tower telekomunikasi atau BTS (Base Transceiver Stasiun) sehubungan dengan pelaksanaan program Sinyal BAKTI dalam rangka pemerataan akses telekonunikasi sebagai perwujudan pelaksanaan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal (KPU), kamis, (26/11/2020) di Hard Rock Hotel Bali.

Sosialisasi tersebut diikuti 6 Kabupaten Wilayah Nusa Tenggara Barat yakni Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Barat serta Kabupaten Lombok Utara.

Dalam sambutannya, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah, Danny Januar Ismawan menyampaikan paparan program infrastruktur telekimunikasi dan percepatan transformasi digital.

“Untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kebutuhan jaringan telekomunikasi yang sangat tinggi sehingga diperlukan akses dengan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di wikayah blankspot telekomunikasi, “urai Danny.

Disamping itu, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut penyelesaian proses PPL dengan titik berat pada struktur kerjasama, prosedur dan tahapan serta klausal perjanjian.

Pemerintah Kabupaten Bima melalui Kepala Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi, Muhammad Irfan, ST.,M.Eng Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dalam presentasinya memaparkan kebutuhan dan percepatan aksesibilitas jaringan komunikasi di daerah tersebut.

“Terima kasih kepada Kementerian Kominfo melalui BAKTI atas dukungannya terhadap pembangunan BTS di Kabupaten Bima, di tahun 2021 Kabupaten Bima dialokasikan 8 pembangunan BTS baru, sehingga target 2021 Kabupaten Bima Merdeka Sinyal akan tercapai, “urai Irfan.

Lebih lanjut, dalam paparannya Irfan menyampaikan bahwa Kabupaten Bima akan sangat siap dan berkomitmen terhadap percepatan aksesibilitas jaringan komunikasi informasi menuju transformasi digital.

“Capaian dan dukungan Kementerian melalui BAKTI akan sangat membantu dalam percepatan aksesibilitas di Kabupaten Bima, “tutup Irfan. (Tim)

Jelang Pencoblosan, Sejumlah Pendukung Syafaad Sape-Lambu Alih Dukungan Ke IDP-Dahlan, Petahana Makin Kuat

Bimantika.net,_Makin dekat hari pencoblosan Pilkada Kabupaten Bima 9 Desember 2020 makim memberikan gambaran dan peta kekuatan calon Bupati Bima petahana nomor 3 semakin kuat.

Calon Bupati Bima Petahana nomor 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (iDP) yg berpasangan dengan calon wakil Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd memiliki kekuatan rakyat arus bawah yang begitu kuat.

Lebih-lebih lagi ditambah dengan dukungan para simpul pemilih, para tokoh politik lokal regional dan nsional tentu akumulasi itu adalah kekuatan politik yang maha dahsyat.

Sehingga wajar saja kekuatan itu di baca oleh relawan Pasangan Calon Bupati Bima nomor 2, Drs. H. Syafruddin H. M. Nur dan Ady Mahyudi (Syafa’ad) berbalik haluan untuk mendukung IDP-Dahlan.

puluhan orang tim Paslon Syafaad kini mulai hengkang mendukung Paslon IDP-Dahlan yang semestinya pemilihan yang tinggal menghitung belasan hari harusnya memperkuat paslon yang didukung malah hengkang dukung paslon lain.

Puluhan relawan Syafaad yang mengalihkan dukungan ke paslon petahana nomor 3, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Drs. Dahlan M. Noer M.Pd adalah relawan yang tergabung dalam Salam Syafaad Kecamatan Sape Lambu Ismadin alias Virus dan Ketua Garda Muda Syafaad Lambu, Chandra menyatakan mendukung paslon IDP-Dahlan.

Langkah keduanya juga diikuti oleh puluhan relawan lain yang tergabung dua gerbong tersebut dengan menemui langsung Cabup Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, di pendopo pada Rabu (25/11/2020) malam.

Virus mengaku, dirinya bersama relawan Syafaad yang lainnya hengkang bukan karena pemaksaan, melainkan dari hati nurani. Sebab visi-misi yang ditawarkan paslon In-Dah berbasis program kerakyatan.

“Program-program tepat sasaran, menampung apirasi semua kalangan. Inilah menjadi penyebab kami mendukung Dinda-Dahlan,” katanya disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengira, visi-misi perubahan yang digaungkan paslon yang didukung sebelumnya menyentuh akar rumput. Tapi faktanya hanya sebuah jargon ingin menganti Bupati dan Wakil Bupati Bima tanpa konsep.

“Kami juga tidak ingin berpolitik tanpa ide dan gagasan. Hal ini jugalah mendorong kami keluar dan mendukung Dinda-Dahlan,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan eks Ketua Garda Muda Kecamatan Lambu, Candra. Ia mengaku kedatangannya menemui Dinda-Dahlan untuk menyatakan langsung dan komitmen memenangkan Dinda-Dahlan.

“Pertemuan malam ini bukan atas dasar dipaksa dan terpaksa, tapi sesuai dengan hati nurani kami,” ujarnya. (OB/Mah/BNN_01)

Rukmini optimis Gerakan Perubahan Terwujud Seiring Dengan Antusiasnya Srikandi Syafaad

Bimantika.net,_Sejarah pilkada lima tahun lalu sukses di tangan perempuan dengan motto siwi sampai ngawa ( merayu sampai mau. red) itulah semboyan dan motto di pilkada 2015 lima tahun yang lalu,

di tahun 2020 ini berbanding terbalik dengan pilkada lima tahun silam Ungkap Ketua Srikandi Syafaad Kecamatan Sape, Rukmini Alimuddin saat memberikan komentar nya di media ini rabu (25/11/2020) di desa rasabou saat melakukan sosialisasi dan konsolidasi dengan para kaum perempuan.

Rukmini menyebutkan bahwa kaum perempuan akan melawan pemimpin yang tidak pro kerakyat, pemimpin yang menzolimi Rakyat, pemimpin yang umbar janji janji manis yang tidak di realisasikan alias PHP sama Rakyat.

Masih dikatakannya bahwa dengan melihat apa yang terjadi selama kepemimpinan IDP selama lima tahun ini dengan mundurnya perkembangan pembangunan di segala bidang yang utama bidang pertanian apalagi mayoritas masyarakat kita adalah petani dengan susah nya mendapatkan pupuk obat- obatan serta benih yang bagus belum lagi persoalan infrastruktur, gedung gedung sekolah dan sejumlah sarana publik lainnya.

“Saya pribadi sebagai kaum perempuan merasa terpanggil untuk mengembalikan daerah ini ke tangan kaum laki laki sebagai pemimpin daerah” ujarnya.

Mendukung Pemimpin Laki-laki menurutnya bukan karena tidak ada nya emansipasi terhadap sesama kaum perempuan tapi ini adalah hal yang sakral yang tidak boleh main main karena maju mundur nya sebuah negara ataupun daerah tergantung dari pengelolaan pemimpin nya.

Ibu tiga anak ini selalu aktif dan masive melakukan konsolidasi dari desa kedesa di delapan belas desa yang ada Kecamatam Sape.

Pantauan langsung media ini ratusan ibu ibu berkumpul menyabut kedatangan ketua Srikandi hebat nan cerdas ibu Rukmini Alimudin seperti hal nya saat menunggu sang Paslon Idolanya “Syafaad ” (BNN_07/Ruma Rengge)

Wakil Walikota Feri Sofiyan Ajukan Pra Peradilan

Bimantika.net,_ Penetapan tersangka Wakil Walikota Feri Sofiyan dinilai tindakan kesewenang-wenangan dan bertentangan dengan hak asasi manusia, asas hukum dan asas legalitas serta norma hukum, Tim Kuasa Hukum Feri Sofiyan resmi mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Bima, Selasa (25/11/2020).

Salah satu tim kuasa hukum Al Imran usai mendaftarkan langkah praperadilan mengatakan, praperadilan menjadi satu mekanisme kontrol terhadap kemungkinan tindakan sewenang-wenang dari penyidik dalam melakukan tindakan tersebut.

“Tujuan langkah yang diambil ini agar hukum ditegakkan dan perlindungan hak asasi manusia sebagai tersangka dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan,” tegasnya.

Di samping itu kata dia, praperadilan ini bermaksud sebagai pengawasan secara horizontal terhadap hak-hak tersangka dalam pemeriksaan pendahuluan. Berdasarkan pada nilai itulah penyidik dalam melakukan tindakan penetapan tersangka agar lebih mengedepankan asas dan prinsip kehati-hatian.

Imran menjelaskan, kliennya adalah seorang warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai Wakil Walikota Bima. Feri telah dituduh melakukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 109 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kemudian kliennya telah ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Ketetapan, Nomor ; S. Tap/159/XI/2020/Reskrim tentang Penetapan Tersangka, tanggal,10 November 2020.

“Penetapan tersangka klien kami menggunakan pasal yang sudah tidak berlaku,” terangnya.

Pihaknya selaku kuasa hukum Feri Sofiyan menilai telah terjadi pelanggaran beberapa prosedur yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan. Tetapi tidak dilakukan oleh penyidik yakni penyelidikan terlebih dahulu baru diluarkan Surat Perintah Penyidikan. Dengan demikian pihaknya menilai penetapan tersangka terhadap Feri mengandung cacat yuridis dan oleh karena itu tidak sah menurut hukum.

Imran menambahkan, penetapan Feri Sofiyan sebagai tersangka tersebut juga melakukan upaya paksa dalam memaksakan delik-delik yang di sangkakan. Di antaranya terjadi penambahan pasal dengan Undang-Undang lain sebelum kliennya diperiksa dan diambil keterangan dalam statusnya sebagai tersangka. (GA/zek/BNN_01)

Walikota Bima Siap Dengan “Seluruh Perangkatnya” Menangkan IDP-Dahlan

Bimantika.net,_Hari ini Selasa (24/11/2020) Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyampaikan konfrensi pers di kediaman Calon Bupati Bima Petahana nomor urut 3, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP).

Dalam konfrensi Persnya tersebut, Walikota Bima selaku Kader Partai Golkar mengungkapkan bahwa dirinya siap memenangkan pasangan calon Bupati bima petahana Nomor urut 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan).

Untuk di ketahui Publik bahwa Walikota Bima HML Sebelum menjadi Walikota Bima diantarkan oleh Beberapa Partai Koalisi dengan ujung Tombak Partai Golkar sebagai partai dirinya ditempa sebagai kader Partai Golkar hingga mengantarkan dirinya menjadi Anggota DPR RI dua periode.

Militansi HML yang ada di Seluruh wilayah Kabupaten Bima tentu akan selalu setia mendengarkan arahan-arahan politiknya untuk memenangkan IDP-Dahlan.

“Insya Allah semua kita hubungi dan mereka sesungguhnya jauh lebih siap lagi memenangkan IDP-Dahlan di Pilkada Kabupaten Bima” ungkap Walikota HML

Walikota HML pun mengungkapkan bahwa Frame perjuangan Partai Golkar adalah tidak jauh dari apa yang menjadi kehendak rakyat itu sendiri. Sehingga dirinya pun mengapresiasi kepemimpinan IDP-Dahlan yang mampu merubah wajah Kabupaten Bima dengan sentuhan-sentuhan pembangunannya yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bima.

Walau sesama Kader Partai Golkar, Walikota HML bukan tanpa alasan rasional mendukung dan memenangkan IDP-Dahlan, melainkan disertai dengan sejumlah prestasi-prestasi yang secara nampak bisa dilihat oleh publik Kabupaten Bima.

“Saya Apresiasi IDP-Dahlan diperiode pertama yang sudah mampu membangun Puskesmas yang beredar di 18 Kecamatan, sehingga saya ambil contoh untuk membangun 3 Puskesmas serupa di Kota Bima” demikian ujar Walikota HML.

Atas kesuksesan IDP-Dahlan itulah sehinga Walikota HML yang nota Bene selaku sesama Kader Partai Golkar dengan segenap potensi yang dimilikinya siap memenangkan IDP-Dahlan menuju dua periode.

“Saya dan istri saya dan tentunya perangkat politik saya saat di DPR-RI saya akan maksimalkan untuk memenangkan IDP-Dahlan, karena perjuangan Golkar adalah perjuangan kita bersama” ujar mantan Anggota DPR RI 2 Periode ini. (BNN_01)

Saud Sebut Di Kecamatan Monta IDP Tumbang Dengan Tiga Indikator

Bimantika.net,_ Kampanye putaran ke tiga di Zona tengah Kecamatan Monta, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Nomor urut 2 Drs. H. Syfruddin H. M. Nur, M. Pd dan Ady Mahyudi SE atau di singkat Syafaad pada hari minggu (22/11/2020). Syafaad melakukan kampanye dialogis di desa baralau desa sie desa monta dan desa simpasai.

Di Desa Baralau, pantauan langsung kordinator Liputan Media online Bimantika Ruma rengge Paslon nomor urut 2 Syafaad di tantang oleh tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama ustadz Sukardin dalam dialog nya dengan pasangan safru – Ady di Lapangan desa Baralau mengatakan kami masyarakat baralau dengan mayoritas rakyat nya petani kami siap menangkan Syafaad Nomor urut 2 dengan syarat setelah sukses dan menjadi Pemimpin kabupaten Bima di mohon agar kebutuhan para petani khusus nya di desa baralau umum nya kecamatan Monta agar di bangun Dam so sie ungkap nya.

Sambil menyodorkan surat pernyataan kontrak politik dengan paslo syafru – Ady untuk ditanda tanganin,

Dalam kesempatan itu paslon Syafaad dalam orasi politik nya Ady Mahyudi mengatakan kalau sudah di berikan amanah insya allah kami tetap berbuat untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan kami akan perioritaskan kebutuhan rakyat seperti pupuk, benih yang bagus obat obatan serta irigasi.

Setelah melakukan kampanye dialogis di desa baralau Syafaad beralih ke desa sie desa monta dan berakhir di desa Simpasai,

Seorang warga desa sie Saud memberikan komentar pada media ini, saat paslon syafaad masuk di desa Simpasai mengatakan di lihat dari antusias penyambutan serta adanya pernyataan masyarakat Kecamtan Monta bahwa kecamtan Monta Insya Allah kemenangan Syafaad jauh dari lawan lawan nya seperti IDP.

Di tambahkannya, bahwa dirinya di tahun 2015 adalah Tim pemenangan dari IDP dengan ratusan orang yang dirinya ajak.

“Tapi di tahun 2020 ini saya bersama teman teman seperjuangan dulu beralih dukungan dengan mendukung paslon Syafaad dengan jargon Perubahan nya, kenapa saya dan teman teman saya beralih dukungan karena kami melihat kepemimpinan IDP tidaklah Amanah ujar nya kesal.

Menurutnya bahwa kini IDP bukanlah melawan Syafru – Ady melainkan melawan eks Timnya, melawan Rakyat jelata serta yang paling fundamental adalah melawan omongan nya sendiri karena banyaknya janji – janji yang tidak di tepati nya dengan rakyat. (BNN_07/Ruma Rengge)

Habib Hasan Sebut IDP-Dahlan Saat Ini Sedang Melawan Arus Rakyat

Bimantika.net,_Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bima, Habib Hasan angkat bicara soal Pilkada Kabupaten Bima.

Dirinya menilai bahwa tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima yakni Paslon Nomor 1 Dokter Irfan-Herman Edison (Iman), Paslon Nomor 2 Drs. H. Syafruddin H. M. Nur, M. Pd- Ady Mahyudi (Syafaad) dan Paslon Nomor 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE – Drs. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan Pilkada 9 Desember 2020.

Namun Habib Hasan secara spesifik memberikan pernyataan sikapnya bahwa saat ini Paslon Petahana IDP-Dahlam tidak sedang melawan kedua Paslon lainnya melainkan melawan kehendak arus rakyat yang ingin ada Perubahan.

“Saat ini IDP-Dahlan sedang melawan arus yang sangat kuat yang ingin adanya perubahan di Kabupaten Bima, dan tentunya arus Perubahan itu sudah di gaungkan jauh hari oleh Paslon Penantang Syafaad” ujar Habib.

Masih menurut Habib Bahwa tanda alam bahwa orang tua kandungnya IDP meninggal di hari Rabu dan Orang tua kandung Dokter Irfan juga meninggal di hari Rabu. “Ini semua pertanda alam yang banyak tidak mempercayainya, namun bagi saya ini adalah tanda tanda alam yang memberikan sebuah gambaran” ujar Habib.

Secara organisatoris, Front Pembela Islam (FPI) tidak berafiliasi politik dengan paslon manapun, apalagi menjadi tim sukses salah satu paslon.

“Bagi kami di Front Pembela Islam, tidak berafiliasi dengn kekuatan politik manapun apalagi menjadi bagian tim pemenangan, sehingga kami tidak berkepentingan apapun dengan Pilkada Kabupaten Bima” tegas Habib.

Menutup wawancaranya Habib menegaskan bahwa rakyat Kabupaten Bima sebahgian besarnya harapkan Perubahan adalah sangat wajar dan alamiah saja sehingga apapun yang dilakukan oleh Petahana Rakyat selalu menilai bahwa tidak ada perubahan signifikan selama empat tahun terakhir ini di Kabupaten Bima.

“Kehendak rakyat kabupaten Bima yang inginkan adanya Perubahan itu sangat jelas memberatkan Paslon Petahana itu sendiri” ungkap Habib mengakhiri Wawancaranya. (BNN-02 Haris)

Tim In-Dah Centre Lakukan Pelatihan Saksi TPS

Bimantika.net,_Pilkada Kabupaten Bima yang dihelat 9 Desember sudah “didepan mata”. Para Tim Sukses masing-masing Pasangan Calon (Paslon) pun kini sudah tidak bicara urusan kampanye dan blusukan lagi melainkan sudah masuk tahapan yang lebih urgen urusan saksi TPS dan segala bentuk administrasi lainnya.

Pasangan Calon (Paslon) Petahana Nomor 3, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) melalui In-Dah Centre kini sedang melakukan pelatihan untuk para saksi TPS di beberapa Kecamatan.

Menurut Salah seorang Pemateri TOT Pelatihan Saksi, Nur Susilawati, S. Ip, MM, bahwa Paslon Nomor 3 IDP-Dahlan saat ini sedang melakukam pelatihan untuk para saksi-saksi tingkat TPS sehingga para Saksi nanti akan lebih memahami tugas dan fungsinya sebagai Saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing

“Tujuan kita adalah memberikan pemahaman yang utuh pada Saksi Paslon Nomor 3 yakni IDP-Dahlan agar para saksi ini memahami betul apa tugasnya sebagai saksi” ungkap Nur Susilawati.

Nur Susilawati yang juga Mantan Ketua KPU Kabupaten Bima ini pun menyatakan bahwa Materi yang di sampaikan antara lain, Hak dan kewajiban saksi di TPS. Termasuk memahami tahapan-tahapan penting di dan memahami potensi-potensi kecurangan, dan memahami tata cara penangan pelanggaran di tingkat TPS.

Selajjutnya Menurut Nur Susilawati bahwa tujuan dari Pelatihan Saksi tersebut agar para saksi senantiasa memahami tata cara pengisian form C1.KWK. dan simulasi pengisian CI KWK.

“Dan selanjutnya adalah Para Saksi memahami seutuhnya pelaksanaan Pengecekan Hak Pilih (PHP) diri sendiri dan orang lain yg diyakini sebagi pemilih sebelum hari H-4” demikian ujar Nur Susilawati.

Nur Susilawati menyampaikan juga bahwa pelatihan Saksi sudah dilakukan di Kecamatan Sanggar, dan hari ini Sabtu (21/11/2020) Pelatihan Saksi dilakukan di Hari ini Kecamatan Woha, Soromandi, Donggo, Monta, Parado, Belo, Langgudu, Palibelo dan Lambitu.

“Besok Insya Allah kita akan melakukan pelatihan Saksi TPS di Kecamatan Bolo, Madapangga, Sape, Lambu, Wawo, Wera dan Ambalawi” ujar Putri Asli Desa Kananga Kecamatan Bolo ini.

Masih menurut Nur Susilawati bahwa yang lebih penting dan urgen lagi adalah para Saksi TPS memahami PKPU “Puting Susu”, yakni Saksi TPS memahami seutuhnya tata cara Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara.

Dalam rangka kegiatan pelatihan Saksi TPS tersebut pihak In-Dah Centre mengundang pihak Bawaslu dan KPU Kabupaten Bima.

“Para pemateri pelatihan Saksi TPS dilakukan oleh tim TOT pemenangan IN DAH dan kami juga undang pihak KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima” ujar Nur Susilawati.

Diakhir wawancaranya, Nur Susilawati menyebutkan bahwa Tim TOT Saksi TPS paslon INDAH antara lain dirinya dan teman-temanya dalam Tim TOT Saksi TPS INDAH Centre seperti
Tim pemateri Khaerudin Juraid, Tahir Irhas, S. Ag, MM, Ahmad Yasin, SH, Ismail, S. Sos, Wahyudin, S. Ag. (BNN_01)

Kasus Pengadaan Baju Dewan Kota Bima Sudah Di Tangani Kejaksaan, Tinggal Tunggu Aksi Hukum Para APH

Bimantika.net,_Dugaan Skanda Kasus pengadaan baju Dewan di DPRD Kota Kota kini sudah mendapatkan titik terang.

Inspektur Inspektorat Kota Bima, Muhaimin, SE, mengakui bahwa pihaknya sudah menyerahkan hasil audit dugaan kerugian Negara dalam pengadaan baju seragam anggota DPRD ke Kejaksaan Negeri Raba Bima maupun ke Walikota Bima.

Muhaimin pun saat di wawancara menyebutkan bahwa besaran dugaan kerugian Negara dalam kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan sebesar Rp 200 juta.

Saat Dikonfirmasi sejumlah media pada hari Jumat (20/11/2020), menyampaikan bahwa setelah lebih dari dua pekan melakukan pemeriksaan dan mengaudit dugaan korupsi pengadaan baju seragam anggota DPRD Kota Bima, Inspektorat Kota Bima menemukan kerugian Negara senilai Rp200 juta.

Muhaimin bercerita bahwa sesungguhnya permintaan audit itu oleh Pemerintah Kota Bima berdasarkan usulan dari Sekwan DPRD Kota Bima. “Pak Sekwan minta ke pak Wali, kemudian pak Wali disposisi ke Inspektorat. Kita langsung pemeriksaan, kemudian saat kita lakukan pemeriksaan Jaksa juga minta,” ungkapnya.

Inspektur menyampaikan bahwa hasil audit itu diketahui setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan. Muhaimin juga menuturkan, dari hasil temuan tersebut, pihak ketiga yang mengerjakan pengadaan tersebut juga telah mengembalikan semua kerugian negara, berdasarkan bukti pembayaran kerugian negara. “Yang mengembalikan yah pelaksana atau rekanan,” pungkasnya.

Di tanya soal adanya pinjam meminjam perusahaan yang dipakai dalam pengadaan tersebut apakah pinjaman atau bagaimana?, Muhaimin enggan menanggapinya. “Wallahu a’lam itu diluar sepengetahuan saya” sahutnya singkat.

Atas dugaan kasus pemgadaan seragam Dewan Kota Ini, rakyat Kota bima diharapkan untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“kita tunggu kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) sejauh mana mereka menerapkan hukum seadil-adilnya di Kota Bima” ungkap salah seorang Aktivis Kota Bima.(Tim)