Bimanntika.net Banjir Ganas yang menerjang sejumlah areal persawahan dan merusak beberapa infrastuktur publik yang terjadi di kabupaten Bima Jum’at (2/4/2021) lalu menyisakan banyak cerita kepedulian antar sesama masyarakat Kota dan Kabupaten Bima.
Bencana alam yang menghabiskan lahan-lahan tambak dan garam milik warga itupun kini menjadi duka kita bersama.
Atas bencana dan duka yang diderita dan dialami warga Kabupaten Bima inipun, menggerakkan hati banyak pihak. Termasuk Lurah Ule Kecamatan Asakota Kota Bima dan Kelurahan SambinaE Kecamatan Mpunda Kota Bima.
“Kegiatan Siang Hari Kedua bersama adik-adik Remaja Masjid Tolotongga, Lewi Jambu Dan Songgela Terima kasih kepada warga Kelurahn Ule yang telah berbagi sebagian rezekinya untukk keluarga kita yang terkena musibah banjir bandang. Hari ini bertolak ke Desa Peka Desa Sie dan Tangga membawa sejumlah bantuan” ungkap Nahyar Lurah Ule.
Hal senada di sampaikan oleh Lurah SambinaE Drs. Amiruddin bahwa dirinya seharian Persiapan dan pengemasan paket bantuan untuk saudara kita di kabupaten Bima yang terkena musibah banjir insya Allah besok akan diantar ke tempat tujuan. Bantuan ini adalah merupakan bentuk kepedulian warga kelurahan Sambinae yang digerakkan oleh ketua RT dan RW, Babinsa babinkamtibmas.
“Dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh warga masyarakat kelurahan Sambinae karena sekecil apapun bantuan bapak/ibu akan sangat bermanfaat bagi saudara kita yang saat ini terkena musibah banjir” ungkap Amiruddin (BMM//01)
Bimantika.net Minggu (4/4/2021) Sejumlah Pemuda Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima melalukan aksi solidaritas terhdap Korban Banjir Kabupaten Bima.
Aksi Solidaritas mereka berupa membagi-bagikan nasi bungkus, air mineral dan sembako pada sejumlah warga yang sangat membutuhkannya.
Inisiatif pemuda yang di gawangi oleh Awan,Aris dan Bimo ini sekaligus memberikan gambaran kepada kita semua bahwa sesungguhnya pemuda, khususnya Pemuda Ranggo memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap arti kemanusiaan yang sesungguhnya.
PEMUDA RANGGO BERSATU
“Bantuan kami tidak seberapa, tapi kami ikut rasakan juga betapa saudara kita di kabupaten Bima kesulitan untuk mendapatkan makanan dan minuman” ujar Ketiga pemuda emas Ranggo Ini. (BMM//01)
Bimantika.net Banjir ganas yang memporak porandakan Wilayah Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Beberapa hari lalu kini menjadi perhatian banyak pihak.
Bukan saja pemerintah, melainkan pihak-pihak diluar pemerintah pun ikut bergerak hatinya untuk datang membantu sesama yang sedang berduka.
Minggu (4/4/2021) sejumlah Komunitas Warga Kecamatan Sape Kabupaten Bima menyambangi keluarga yang membutuhkan bantuan di Desa Rade Kecamatan Madapangga.
Desa Rade Kecamatan Madapangga salah satu deaa terparah saat bencana Banjir Ganas Jum’at (2/4/2021) hingga membuat sarana jembatan di desa tersebut putus diterjang banjir.
Salah seorang Tokoh Pemuda, Ilyasa HMT, S. PdI merasa Berterimkasih yang sangat mendalam atas kepedulian sejumlah warga Wawo dan Sape yang sudah datang memberikan bantuan.
“Makasih untuk keluarga Sape Dan Wawo atas bantuan nya Semoga berkah” ungkap Aby Oyank sapaanya. (BMM//01)
Bimantika.net Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir yang digelar di aula sidang utama, Kantor Bupati Bima, Godo- Woha, Minggu (4/4/2021).
Rakor dihadiri sejumlah Dinas terkait, empat Camat yang wilayahnya terdampak Banjir, Kalak BPBD Kabupaten Bima, Tagana, TNI dan Polri. Hadir pula Sekretaris Daerah Drs. H Taufik HAK, M.Si.
Bupati Umi Dinda menyatakan, yang utama dilakukan adalah kesepahaman untuk menentukan Desa yang sangat parah di empat Kecamatan. Agar nantinya bisa ditentukan jenis bantuan dan penanganan yang akan diberikan.
Kemudian OPD terkait, Camat dan juga para Kades dapat melakukan pendataan jumlah warga yang mengalami kerusakan kategori berat dan sedang, menghindari terjadinya miskomunikasi.
‘’Saya minta, bantuan yang distribusikan, tepat sasaran di seluruh desa yang terdampak banjir,’’ujar Umi Dinda dihadapan sejumlah peserta Rakor.
Dijelaskan Bupati, Dropping Mie Instan, air mineral dan kebutuhan lainnya akan tetap dilakukan hingga beberapa hari kedepan. Melalui posko bantuan yang ada di masing-masing kecamatan dan desa.
Pendirian Dapur umum, kata Bupati, wajib ada di masing-masing kecamatan agar bisa menjangkau warga terdampak di seluruh desa. Bupati mengakui menangani bencana gampang-gampang sulit, karena lebih banyak yang ikut memantau dan menyaksikan.
Kepada Dinas dan OPD terkait hingga pada tingkat penyuluh, Bupati berharap segera merumuskan laporan yang valid. Agar dapat di sampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui menteri Sosial RI dan BNPB.
Selanjutnya kepada Inspektorat dan BPBD Kabupaten Bima, dapat berhati-hati dalam penggunaan dana bencana.
Sementara itu Sekretaris Daerah Drs H Taufik HAK, M.Si, menyatakan, Dapur umum di empat kecamatan segera dibentuk karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat terdampak.
Kantor Kecamatan langsung dijadikan Posko Induk, di kecamatan yang akan dibantu oleh posko bantuan di masing-masing desa. Dinas Sosial, BPBD dan Tagana Kabupaten Bima akan siap membantu selama dua puluh empat jam.
Meminta kepada seluruh ASN di masing-masing kecamatan terdampak, dapat secara bergotong royong membersihkan sampah sisah banjir.
‘’Menyangkut air bersih, PDAM, Perkim dan BPBD Kabupaten Bima siap mengangkut menggunakan delapan armada. Dibagi pada empat Kecamatan yang terdampak. Selain itu, juga akan disiapkan tandom penampungan air,’’ujar Sekda Taufik.
Terkait dengan Pemulihan dan Pemeliharaan hutan, Sekda, meminta pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk selalu berkoordinasi dengan Provinsi, melalui Petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kehutanan di wilayah masing-masing. (ProKom//bmm//01)
Bimantika.net Duka yang sangat mendalam menimpa saudara kita di Kecamatan Madapangga, Bolo, Woha dan Monta Kabupaten Bima, setelah dihantam banjir ganas pada hari Jum’at kemarin (2/4/2021).
Kini Duka Warga tersebut berangsur pulih seiring dengan tingginya berbagai pihak memberikan bantuan baik secar Pribdi maupun secara kelembagaan.
Tidak sedikit kerugian yang dialami oleh Rakyat Berdampak Banjir mulai dari kehilangan ternak hingga gagal panen akibat derasnya Arus Banjir melanda areal persawahan milik warga.
Data sementara yang dihimpun media Bimantika ada sekitar 6 Kecamatan yang terdampak. Sejumlah infrastruktur Jalan dan Jembatan mengalami kerusakan, puluhan rumah warga hanyut, sekolah, rumah ibadah, Polsek, ternak warga, dan hasil pertanian warga tidak bisa diselamatkan, kerugian pun tercatat hingga puluhan Milyar rupiah yang diderita oleh Rakyat Kabupaten Bima.
Dengan Bencana banjir Ganas itupun, terketuk hati seorang Istri Walikota Bima, Hj. Ellya Alwaini turut membantu meringankan beban warga Kabupaten Bima dengan berturut-turut dua hari membagi-bagikan nasi bungkus langsung dari rumah ke rumah.
Sabtu (3/4/2021), Umi Elly Sapaan Istei Walikota H. Muhammad Lutfi, SE dan dibantu BPBD Kota Bima dan para Srikandi Tangguh secara pribadi membantu sebanyak 1000 Bungkus Nasi turun menyisir wilayah yang terparah terdampak banjir. Hj. Ellya H. M. Lutfi beserta Srikandi Tangguh menyisir wilayah Desa Pela Kec. Parado, Desa Sie, Desa Tangga Kec. Monta Kabupaten Bima.
Kini Hari Minggu (4/4/2021), lagi-lagi Hj. Ellya Alwaini membagi-bagikan ribuan nasi bungkus dan air mineral dari rumah ke rumah menelusuri wilayah Kecamatan Bolo.
“Insya Allah kita peduli pada sesama, duka warga Kabupaten Bima juga duka kita, maka secara pribadi sekemampuan kami meringankan beban warga yang sedang berduka” ungkap Umi Elly. (bmm//01//)
Bimantika.net Hari kedua, pasca musibah banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bima beberapa hari lalu, bantuan dari berbagai pihak, donatur dan para relawan terus berdatangan.
Tak pelak, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) hari ini, Minggu (4/4/ 2021) kembali mendistribusikan Ribuan nasi bungkus, mie Instan dan air mineral di Desa Nisa Kecamatam Woha. Dan Desa Rato dan Desa Kananga Kecamatan Bolo.
Bupati, yang juga Istri mendiang Sultan Bima, H Ferry Zulkarnain ini, datang sendiri mengantarkan kebutuhan warga yang di ada desa-desa terdampak banjir.
Minggu pagi sekitar pukul 07:30 pagi, Bupati Umi Dinda, bertolak dari kediaman di Jalan Sultan Kaharudin Kota Bima.
Tiba di Desa Nisa Kecamatan Woha, sekitar pukul 08:15 pagi. Dan langsung menyerahkan seratus dus Mie Instan, seratus dos mineral yang diterima oleh Kepala Desa (Kades) Nisa.
Usai di Desa Nisa, Bupati lanjut di Desa Rato, Dusun Kampung Sigi. Dan Desa Kananga Kecamatan Bolo.
Di Dusun Kampung Sigi, Bupati Wanita Pertama di NTB ini, melihat langsung keadaan warga yang terdampak di sekitar bantaran sungai, yang berada di belakang perkampungan warga.
Ratusan dus air Mineral, nasi bungkus dan Mie instan juga ikut dibagi Bupati Umi Dinda.
Di Desa Kananga, Bupati Umi Dinda menyerahkan bantuan sarung, nasi bungkus dan air mineral.
Kepada warga, Bupati Umi Dinda menyampaikan rasa duka yang mendalam.
Dan berharap warga bisa bersabar menghadapi ujian yang sangat berat ini.
Bantuan siap saji yang diberikan ini, merupakan bukti bahwa Pemerintah selalu ingin bersama masyarakat. Meringankan beban dikala masyarakat mengalami musibah.
“Bukan sedikit atau banyaknya yang kita berikan. Melainkan seberapa ikhlas kita untuk berbagi,” ujar Umi Dinda.
Usai meninjau di Kecamatan Bolo dan Woha, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, langsung menggelar rapat Koordinasi penanganan Bencana Banjir, di Aula Rapat Utama, Kantor Bupati Bima. (ProKom//bmm//01)
Bimantika.net Akibat Bencana Banjir yang melanda Kabupaten Bima Jum’at lalu, sejumlah elemen masyarakat dan para dermawan pun melakukan aksi-aksi sosial berupa peduli pada warga yang berdampak Banjir.
Pemilik Perusahaan SPBU RABA KODO yang berlokasi di Kecamatan Woha Kabupaten Bima akan melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan di berbagai lintasan kecamatan di kabupaten bima yang terdampak banjir bandang pada 2 April 2021 kemarin.
Ini semua adalah bentuk keperdulian seorang pemilik SPBU atau DIREKTUR-SPBU Raba kodo ANDRE anak dari pengusaha handal Boos Cheng Sing.
Ini semua adalah bentuk keperdulian umat untuk saling tolong menolong dan bahu membahu demi para korban banjir bandang yang ada di kabupaten bima kita.
Direktur SPBU RABA KODO Bapak Andre, anak dari pengusaha handal Boos Cengsing. tidak tinggal diam untuk melakukan secara terus menerus membatu masyarakat korban banjir bandang yang terletak di berbagai kecamatan yang ter dampak banjir badang di wilayah kabupaten bima.
Gerakan solidaritas pemilik SPBU atau direktur SPBU ini, adalah gerakan kemanusiaan demi membantu sahabat dan kerabat kita yang tengah melanda bela bencana dan musibah di berbagai kecamatan di wilayah kabupaten bima. (BMM/IwanTalabiu)
Bimantika.net Banjir bandang meluluh lantakan harta benda masyarakat di empat Kecamatan yakni Monta, Woha, Belo, Palibelo, Bolo dan Madapangga pada Jumat, 2 April 2021, lalu.
Selain memporak porandakan harta benda, banjir yang berlangsung dari subuh hari Jum’at itu, juga merendam areal persawahan warga, ribuan rumah di enam Kecamatan dan sejumlah barang berharga milik masyarakat lainnya. Belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian yang dialami akibat diterjang air bah tersebut.
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE dan Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah, M.Sc, menyempatkan diri mengunjungi sejumlah Desa yang terdampak pada Sabtu, 3 April 2021, siang. Ikut dalam rombongan Bupati dan Gubernur yaitu Kalak BPBD Propinsi NTB dan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putra Feriyandi, S.Ip.
Bupati Umi Dinda beserta Gubernur Bang Zul, mengawali kunjungannya di Desa Pela, Kecamatan Monta. Selain menyerahkan bantuan nasi bungkus dan bantuan tanggap darurat, juga meninjau langsung jembatan yang terputus di Desa Pela Dusun Pela.
Saat menuju Desa Pela, Bupati Umi Dinda dan Gubernur Bang Zul, tak mengenal lelah, berjalan kaki, menyapa dan melihat langsung kondisi rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, kemudian menyerahkan bantuan nasi bungkus dan bantuan tanggap darurat lainnya. Hal itu dilakukan ketika melewati Desa Nisa, Tente hingga memasuki Desa Tenga, Monta dan Sie.
Di Desa Sie, Umi Dinda dan Bang Zul, menyempatkan diri untuk melayat dan menyerahkan bantuan duka bagi warga Sie, Ahmad (60), korban terseret arus Sungai Dam Pela Parado. Menurut pengakuan keluarganya, Ahmad ikut terseret banjir saat menyelamatkan ternak miliknya yang berada di areal persawahan. Saat itu korban hendak melintasi sungai yang tidak jauh dari rumah korban.
Usai di Kecamatan Woha dan Monta, Bupati yang juga sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima ini, menuju Kecamatan Bolo dan Madapangga. Di Desa Sondosia dan Sonolo, Bupati menyerahkan nasi bungkus. Kemudian di Desa Leu, selain menyerahkan nasi bungkus, juga menyerahkan 100 Dus Mie Instan yang diterima langsung oleh Kades Leu.
Di Kecamatan Madapangga, Bupati Umi Dinda melihat langsung kondisi jembatan yang terputus di Desa Rade, Desa Tonda dan terakhir di Desa Campa.
Dihadapan sejumlah wartawan, Bupati Bima dua periode itu menyampaikan terima kasih pada Gubernur NTB, Kalak NTB, Pemkab Dompu, Pemkot Bima dan sejumlah organisasi Pemuda dan para Relawan, yang telah berkenan membantu dan meninjau langsung kondisi masyarakat yang terkena musibah banjir.
Infrastruktur jembatan di Madapangga mengalami kerusakan yang sangat parah. Hal itu akan segera dibenahi, selain dengan menggunakan biaya tanggap darurat, juga akan dilaporkan ke Pemerintah pusat.
‘’Namun yang sangat mendesak adalah akan dibangun jembatan darurat,’’ujar Bupati, saat menggelar press conference, di Desa Rade, Kecamatan Madapangga.
Bupati berharap agar masyarakat bisa bersabar. Ditengah mengahadapi bencana ini, bisa tetap survive, tidak ada yang saling menyalahkan. Karena, kata Bupati, ini adalah ujian bagi kita semua. Dengan kesabaran kita mampu menjalaninya.
Bantuan dari Pemkot Bima, Pemkab Dompu yang langsung diserahkan pada korban maupun melalui BPBD Kabupaten Bima, akan tetap disalurkan. Demikian pula bantuan dari BPBD Provinsi yang telah tiba di Bima, langsung di distribusikan pada masyarakat yang terdampak.
Bupati Perintahkan Bangun Dapur Umum
Untuk membantu dan memudahkan kebutuhan logistik, cepat saji bagi warga yang terdampak banjir di empat Kecamatan yakni Monta, Woha, Bolo dan Madapangga, Bupati Bima memerintahkan untuk segera membuat dapur umum.
‘’Selama tiga hari kedepan, kami pastikan bahwa Dapur Umum sudah ada dan beroperasi,’’ujar Bupati Umi Dinda, dihadapan sejumlah wartawan di Desa Rade, Sabtu, 3 April 2021, siang.
Dijelaskan Bupati, semakin banyak relawan yang membantu maka bantuan yang disampaikan akan cepat sampai pada yang akan menerima.
Menurut Umi Dinda, melalui bantuan tanggap darurat, lewat dapur umum itu, akan sangat mudah bagi masing-masing kecamatan mendistribusikan kepada keluarga yang terdampak, agar mereka segera pulih dan survive.
Rata-rata warga mengalami kerugian hasil Pertanian dan Perikanan yang cukup banyak. Dengan jumlah kerugian masih dihitung secara pasti.
Bupati mengaku, berdasarkan laporan di lapangan bahwa, dari pagi hingga sore, pada Sabtu, 3 April 2021, sudah banyak pihak luar yang datang membantu. Selain itu, ada juga bantuan dari para kelurga korban.
Terima kasih pada media yang banyak membantu meluruskan berita-berita yang menilai miring atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Bima. Kemudian terima kasih pula pada BNPB Pusat yang telah memastikan akan membantu keluarga kita di Bima.
‘’Kita berdo’a, semoga bencana ini tidak terjadi lagi,’’tambah Bupati.
Yang pelu dilakukan mulai hari ini, adalah perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, yang menghubungkan sejumlah desa. Dengan dibantu oleh keluarga, TNI dan Polri kita akan cepat berbenah.
Bupati Bima, juga menerima bantuan tanggap darurat dari BNI Berbagi, uang senilai Rp 50 juta. Bantuan itu diterima Umi Dinda pada saat memantau warga di Desa Ncandi, Kecamatan Madapangga. (ProKom//bmm//01)
Bimantika.net Wilayah Kecamatan Woha dan Monta Kabupaten Bima pasca di terjang banjir besar yang meluluhlantakkan beberapa fasilitas jalan dan Jembatan pada hari Jum’at kemarin kini lumpuh total setelah beberapa Jembatan penghubung antar Desa putus di seret arus banjir.
Atas bencana banjir yang melanda beberapa Kecamatan Di Kabupaten Bima tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima, Hj. Ellya Alwaini tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Umi Elly _ Sabtu pagi langsung menyiapkan ratusan bungkus makanan dalam bentuk nasi bungkus dan Puluhan dos air mineral gelas disiapkannya untuk membatu sejumlah warga yang sangat membutuhkan nasi dan air minum.
“Hari ini kita memberi bantuan untuk warga Desa Nisa dan Desa Pela dengan membawa 1000 bungkus nasi bungkus dan air mineral 40 dos” ungkap Srikandi Kota Bima yang selalu mengikuti kegiatan PKK Kota Bima.
Hj. Ellya Alwaini yang dikonfirmasi meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk tidak dipublikasikan karena sifat bantuan itu bersifat pribadinya, bukan atas nama PKK Kota Bima.
“Maaf om, itu bantuan secara pribadi saja” ungkap Umi Elly menegaskan. (bmm//01)