Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) ikut hadie dalam Rapat koordinasi (Rakor) Strategi Pemenuhan Modal Inti dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021, PT. Bank NTB Syariah, bersama sebelas Kepala Daerah, Kabupaten dan Kota se Propinsi NTB, di Ballroom Marina Inn, Senin 12 April 2021.
Rakor berlangsung dengan sukses dihadiri oleh Gubernur NTB Dr. H Zulkiflienmansyah, SE, M.Sc, Dirjen BUMD, BLUD dan BMD Kementerian Dalam Negeri RI, H Budi Santoso.
Ketua Umum Asosiasi Bank Daerah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Ketua DPRD Kabupaten Kota se NTB dan Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah.
Gubernur NTB, Bang Zul sapaan akrabnya, menyampaikan ucapan terima kasih yang amat sangat dalam, karena seluruh Kepala daerah ikut hadir. Bersama dengan Pimpinan DPRD Masing-masing Kabupaten dan Kota.
Menurut Gubernur ini adalah momentum baginya dan seluruh Bupati dan Walikota Se NTB untuk membahas secara serius dalam urusan pembangunan kedepannya.
Terhadap seluruh Kepala Daerah dan pimpinan bank NTB Syariah, Gubernur Zul berharap konsisten dan komitmen mamajukan Bank NTB Syariah dan merealisasikan program-program yang telah ditentukan.
Kepada Dirjen, Gubernur Zul meminta dapat memberikan catatan khusus kepada Menteri. Dan tentu itu merupakan yang terbaik bagi masyarakat NTB.
Sementara itu, Dirjen BUMD, BLUD dan BMD Kementerian Dalam Negeri RI, H Budi Santoso, mengatakan penambahan modal bagi BUMD bisa dilakukan terutama bagi daerah selaku pemegang saham.
Sehingga kedapannya satu Pemerintah Daerah bisa memiliki saham 50 persen atau lebih. Pemenuhan modal minimum tersebut, kata Dirjen Budi, dapat dilakukan sesuai dengan standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Budi Santoso, Kemendagri meminta Bank NTB Syariah dapat melayani publik dan dalam prosesnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dapat menjaga kredibilitas dan nama baik. Sehingga tercipta BPD yang terpercaya, bersih dan GCG.
‘’BPD harus diurus oleh Ibu dan Bapak Kandungnya, yakni Kepala Daerah dan Dewan itu sendiri. Karena penyertaan modal itu dasarnya adalah Peraturan Daerah,’’kata Budi.
Secara keseluruhan, terdapat 10.97 Badan Usaha Milik Daerah di seluruh Indonesia. Dan hanya dua Propinsi yang memiliki Bank Syariah yakni di Propinsi Aceh dan Propinsi NTB. ‘’Jadi sayang kalau tidak diseriusi untuk mengelolanya,’’ujar Putra Surabaya, Jawa Timur ini. (****)
Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) menghadiri Rapat Koordinasi Strategi Pemenuhan Modal Inti dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021, PT. Bank NTB Syariah, bersama sebelas Kepala Daerah, Kabupaten dan Kota se Propinsi NTB, di Ballroom Marina Inn, Senin 12 April 2021.
Kegiatan berlangsung sehari. Dihadiri pula oleh Gubernur NTB Dr. H Zulkiflienmansyah, SE, M.Sc, Dirjen BUMD, BLUD dan BMD Kementerian Dalam Negeri RI, H Budi Santoso,
Ketua Umum Asosiasi Bank Daerah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Ketua DPRD Kabupaten Kota se NTB dan Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah.
Gubernur Bang Zul, dalam arahan singkatnya menyampaikan ucapan terima kasih, karena seluruh Kepala daerah ikut hadir. Bersama dengan Pimpinan DPRD Masing-masing.
Hal itu, kata Gubernur, merupakan kesempatan bagi kita untuk membahas apa yang perlu dipersembahkan bagi Kabupaten Bima, yang baru mengalami banjir bandang.
Terhadap seluruh Kepala Daerah dan pimpinan bank NTB Syariah, Gubernur menyampaikan agar tetap komitmen mamajukan Bank NTB Syariah dan melaksanakan program-program yang telah ditentukan.
Kemudian kepada Dirjen, Gubernur meminta dapat memberikan catatan khusus kepada Menteri. Dan tentu itu merupakan yang terbaik bagi masyarakat NTB.
Sementara itu, Dirjen BUMD, BLUD dan BMD Kementerian Dalam Negeri RI, H Budi Santoso, mengatakan penambahan modal bagi BUMD bisa dilakukan terutama bagi daerah selaku pemegang saham.
Sehingga kedapannya satu Pemerintah Daerah bisa memiliki saham 50 persen atau lebih. Pemenuhan modal minimum tersebut, kata Dirjen Budi, dapat dilakukan sesuai dengan standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Budi Santoso, Kemendagri meminta Bank NTB Syariah dapat melayani publik dan dalam prosesnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dapat menjaga kredibilitas dan nama baik. Sehingga tercipta BPD yang terpercaya, bersih dan GCG.
‘’BPD harus diurus oleh Ibu dan Bapak Kandungnya, yakni Kepala Daerah dan Dewan itu sendiri. Karena penyertaan modal itu dasarnya adalah Peraturan Daerah,’’kata Budi.
Secara keseluruhan, terdapat 10.97 Badan Usaha Milik Daerah di seluruh Indonesia. Dan hanya dua Propinsi yang memiliki Bank Syariah yakni di Propinsi Aceh dan Propinsi NTB. ‘’Jadi sayang kalau tidak diseriusi untuk mengelolanya,’’ujar Putra Surabaya, Jawa Timur ini. (****)
Bimantika.net Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB-NW), LAZAH NW, MUSLIMAT NW, PEMUDA NW DAN HIMMAH NW menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir bandang Bima, pada masyarakat Desa Tonda dan Desa Dena Kecamatan Madapangga, Minggu 11 April 2021, pagi.
Penyerahan tersebut dilakukan oleh Ketua Lazah NW Tgh Zakariah QH., MH, dan Ketua PD NW Kabupaten Bima Suryansah SH, kepada Pemerintah Kabupaten Bima, diwakili Camat Madapangga, Muhammad Saleh S.Sos.,M.Si.
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, yang saat itu tengah melakukan Trauma Healing dan pembagian bantuan bagi korban bencana banjir di Madapangga, ikut menyaksikan penyerahan 520 paket sembako dan 40 dos air mineral.
Selain Bupati Umi Dinda, ikut disaksikan pula oleh, Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan HM Noer dan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi, S.Ip.
Bupati Umi Dinda mengucapkan terima kasih pada jajaran Nahdatul Wathan. Telah membantu dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Bima, korban banjir bandang.
‘’Insya Allah, ratusan paket dan puluhan dos air mineral ini, dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,’’ujar Bupati.
Ketua PD Nahdatul Wathan, Kabupaten Bima, Suryansah SH, menyampaikan salam takzim Pimpinan NW Mataram, Raden Tuan Guru Bajang (TGB) H. Lalu Gde M. Zainuddin Atsani M.Pdi, kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan masyarakat yang mengalami musibah banjir.
Bantuan yang di salurkan tersebut untuk masyarakat di Kecamatan Madapangga, juga sebagian bagi masyarakat Kecamatan Bolo. Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, Sosial dan Dakwa, NW tetap konsisten dan perduli membantu masyarakat. Dan pemberian bantuan pada korban banjir bandang Bima, adalah bentuk fungsi sosial yang dilaksanakan.
‘’Dalam waktu dekat NW akan bergerak ke timur, untuk membantu saudara- saudara kita di NTT yang terdampak bencana badai Seroja,’’ungkap Suryansah. (****)
Bimantika.net Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (HML) saat dikonfirmasi Media Cetak dan Online Bimantika pada hari senin ((12/4/2021) menyebutkan bahwa dirinya mengharapkan kepada seluruh Ummat Islam di Kota Bima yang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Menurutnya Ibadah Puasa 2021 ini memang berbeda kondisinya seperti dua tiga tahun yang lalu karena saat ini Dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.
“Bagi yang menjalankan Ibadah Sholat Taraweh di Masjid-Masjid, agar tetap taat dengan protokol kesehatan sekaligus selalu memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun” ungkap Walikota HML
Disisi lainya, Walikota HML meminta masyarakat Kabupaten Bima sebagai warga tetangga Pemkot Bima yang baru saja tertimpa musibah banjir agar bersabar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Kepada warga Kabupaten Bima selaku tetangga Pemerintah Kota Bima yang baru saja mengalami korban banjir agar tetap sabar dan tabah menjalankan Ibadah Puasa di bulan suci Ramadhan ini” ujar Walikota HML.
Walikota HML menambahkan bahwa pemerintah pusat membolehkan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid-masjid dengan tetap mengikuti protokol kesehatan bagi daerah yang aman.
Namun, untuk wilayah yang masih berada di zona merah, dianjurkan untuk tetap beribadah di rumah.
Diakhir wawancaranya, Walikota HML menegaskan bahwa dirinya selaku Walikota Bima tetap menganjurkan pada seluruh warga Kota Bima agar tetap taat protokol kesehatan dalam menjlankan ibadah Puasa Ramadhan di tengah Pandemi Covid-19 ini.
“Terutama sekali pada warga yang menjalankan ibadah sholat Tarawih agar tetap memakai Masker dan taati Protokol Kesehatan” Demikian Himbauan Walikota HML. (BMM//01)
Bimantika.net- Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah Pandemi Covid 19, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya terutama mensupor kegiatan Usaha Masyarakat di bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
melalui pendekatan Presuasif dan Komunikatif pemerintah dengan Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, sehingga melahirkan kesadaran dan Semangat Masyarakat dalam mendukung dan mensukseskan program Kampung Sehat Tahap II melalui Peningkatan kapasitas Produksi maupun pemasaran.
Salah satu Contohnya, Tokoh Agama Ustad Gunawan warga Kelurahan Pena Toi Kecamatan Mpunda Kota Bima melakukan Kegiatan Usaha Permebelan di kediamannya Kelurahan Pena Toi dengan beberapa orang Karyawan.
Saat di kunjungi wartawan yang di dampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Pena Toi AIPDA hera Sandi, pada Sabtu, (9/4/2021) sekira pukul 10:00 WITA di Kediamannya, Ustad Gumawan mengatakan bahwa Usaha Permebelannya merupakan salah satu Pembukaan lapangan baru bagi para remaja Khususnya warga Kelurahan Pena Toi agar mereka bisa mengembangkan bakatnya dan mempunyai penghasilan. Imbuhnya.
“Usaha Meubler yang saya buka ini sebagai lapangan kerja bagi para pemuda-Pemuda khususnya kelurahan Pena Toi, dan Hasil Produksinya akan di pasarkan dalam seputaran Bima, Dumpu sampai Kabupaten Sumbawa” Katanya.
Dalam upaya perbaikan Ekonomi Masyarakat melalui usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) di tengah Pandemi Covid 19 ini, Ustad Gunawan juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat tertama para pemuda agar memiliki akitifatas.
Selain itu, ustad Gunawan yang sehari-harinya sibuk mengurus usaha meublernya dan mendidik anak-anak tentang Ilmu Agama Islam di Masjid Kelurahan Pena Toi, Mengutuk Keras Aksi Bom Bunuh diri di gereja Katedral Makassar dan Penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh salah satu Perempuan yang diduga Terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Saya Mengutuk Keras Keras Aksi Bom diri yang di lakukan oleh terduga Terorisme yang terjadi diGereja Katedral Makssar beberapa waktu, dan penyerangan Mabes Polri oleh seorang perempuan”.
“Kami dukung keras segala penindakan Polri dalam pemberantasan Kelompok-Kelompok Terorisme yang radikal sampai keakar-akarnya. tegas ustad Gunawan.
“Islam mengajarkan ummatnya untuk hidup berdamai dan saling Toleransi. Tambahnya.
Di tempat yang berbeda, salah satu Tokoh Masyarakat Kelurahan Pena Toi Ibrahim alias Bram juga mengeluarkan pernyataan tegas yaitu Mengutuk Aksi Bom Bunuh diri yang di lakukan oleh terduga Teroris di Gereja Katedral Makassar dan Penyerangan Mabes Polri beberapa waktu lalu, dan mendukung segala upaya Polri dalam pemberantasan Teroris maupun kelompok Radikal sampai ke akar-akarnya.
‘Kami dukung tindakan Polri dalam Pemberantasan Kelompok Teroris maupun Kelompok Radikal di wilayah Republik Indonesia karena bertentangan dengan Ajaran Agama Islam. “NKRI Harga Mati” tutupnya. (Kntrbtr//obama)
Bimanntika.net Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, DR. H. Anwar Usman, SH., m MH saat menyampaikan Pidatonya di Stadium General Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bima Senin (12/4/2021) dengan tegas menyatakan bahwa Keadilan perlu di tegakkan setegak-tegaknya.
Ketua MK RI Putra Asli Bima Nusa Tenggara Barat inipun menguraikan denha lugas dan tuntas terkait dengan urusan Penegakan Keadilan.
Menurutnya bahwa Keadilan tertinggi adalah keadilan menurut hati nurani, dan hati yang dapat melahirkan keputusan yang adil adalah hati yang suci nan bersih.
“Tidak ada seorang pun yang dapat mengintervensi keputusan hukum saya, kecuali Allah SWT” ungkap Ketua MK
Dirinya berkeyakinan bahwa sesungguhnya dalam menjalankan Tugas sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi tidak pernah merasa takut dengan ancaman dan pembunuhan sekalipun terkait keputusan yang telah diambilnya Bersama dengan rekan Hakim Konstitusi lainnya.
Masib menurut Ketua Mk bahwa sesungguhnya Tidak selamanya hukum positif itu adil, karena kenyataan nya, banyak aturan hukum yang diajukan Yudicial reviewnya.
Dirinyapun menyampaikan bahwa Salah satu Wujud dari dukungan MK terhadap keadilan sosial adalah dengan memutuskan 20℅ anggaran pendidikan disemua level pemerintahan di Negara Republik Indonesia.
Hakim hanya dan harus memutuskan berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Bukan berdasarkan like and dislike atau rumor dan isu tanpa disertai dengan fakta-fakta pendukung.
Ketua MK pun mengemukakan bahwa Negara yang kuat adalah negara yang mampu tegakkan Keadilan.
Dan Hancurnya sebuah Negara, apabila hukum “Tajam Kebawah dan Tumpul Keatas”.
“Apabila putri saya Fatimah mencuri, maka saya sendiri yang akan memotong tangan nya” ungkap Ketua MK mengisahkan kalimat penegakkan keadilan dari Rasulullah SAW. (BMM//Effen)
Bimantika.net Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Bima, Masa Bakti 2021-2025, dilaksanakan di Aula Rapat Utama, Kantor Bupati Bima, Senin 12 April 2021, pagi, oleh Ketua DPW LASQI Provinsi NTB, Hj. Niken Septarini W. SE.,M.Sc.
Turut hadir pada pelantikan 44 orang pengurus LASQI Kabupaten Bima tersebut yakni Wakil Bupati Bima, Drs.H Dahlan M. Noer, Ketua Umum DPD LASQI Kabupaten Bima, Hj Rostiati, S.Pd, Kepala Kemenag Kabupaten Bima dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Bima.
Sebelum acara pelantikan dimulai, diawali dengan persembahan Qasidah ‘Sanggar Ladiha’ dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lasqi Kecamatan Wawo. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan Nama Dewan Pengurus Lasqi Kabupaten Bima oleh Sekretaris Umum DPW Lasqi Provinsi.
Tampil sebagai Ketua DPD Lasqi Kabupaten Bima, masa bakti 2021-2025, Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd, Sekretaris Umum, Sukardin, S.Sos, dan Bendahara Umum Hartati, SE.
Ketua DPW Hj. Niken Septarini W. SE.,M.Sc, mengucapkan selamat pada Pengurus yang baru dilantik. Selamat bekerja, semoga berkah dan membawa Kabupaten Bima meraih prestasi khususnya di dunia seni dan Qasidah
Dijelaskan Niken, DPD Lasqi Kabupaten Bima adalah yang pertama yang sudah memiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lasqi di tingkat kecamatan.
‘’Dengan tangan dingin ibu ketua, semoga Lasqi Kabupaten Bima menjadi hebat dan berkembang,’’ujar Niken.
Dengan adanya Lasqi, kesenian dalam dunia Islam Bisa diarahkan menjadi alternatif hiburan untuk masyarakat. Dan Kabupaten Bima dengan potensi sumber daya yang ada, bisa menjadi juara di tingkat provinsi.
Wakil Bupati Bima, Drs. H Dahlan HM Noer, mengatakan atas nama Pemerintah Kabuputen Bima, sangat mendukung pembentukan DPD Lasqi Kabupaten.
Dengan terbentuknya Lasqi ini akan semakin memperkuat dan terbangun komunikasi yang baik antara Pemerintah dengan DPD Lasqi, terutama dalam menyiarkan nilai-nilai budaya islami.
Wakil Bupati berharap, semoga Qasidah di Kabupaten Bima; Dana Mbojo, dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif, berada ditangan dingin para Pengurus Lasqi.
‘’Mengembangkan seni religi dipadu dengan kearifan lokal. Sehingga memberikan warna dalam bingkai seni islami yang berkembang di Nusantara,’’tambah Wabup.
Sementara itu Ketua DPD Lasqi Kabupaten Bima, Hj. Rostiati, mengatakan setelah pelantikan, berharap pengurus langsung rapatkan barisan, meyusun dan melaksanakan program, terutama pengukuhan Lasqi di masing-masing Kecamatan. ‘’Lasqi Kabupaten Bima harus semakin maju dan berprestasi,’’ungkapnya.
Dijelaskan Rostiati, yang juga sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bima ini, DPC Lasqi di masing-masing kecamatan sudah dibentuk.
Oleh karena itu, secepatnya menunjukkan karya terbaik dalam dunia Seni dan Qasidah. Agar bisa berprestasi di tingkat Provinsi hingga di tingkat Nasional.
‘’Kami mohon arahan dan bimbingan Ketua DPW Lasqi NTB,’’tambah Rostiati. (**)
Bimantika.net Diskusi Kelompok Terarah/Focus Discussion Group (FGD) Tinjauan Pelaksanaan Dana Insentif Desa (DINDA) tahun 2018-2020 untuk Input Perbaikan Petunjuk Teknis (Juknis) DINDA tahun 2021-2022 Kabupaten Bima Senin (12/4/2021) di aula SMIK Kota Bima.
FGD tersebut dihelat atas kerjasama Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) Bima dengan Pemerintah Kabupaten Bima dalam pencapaian target mengurangi tingkat kemiskinan dan mengatasi kesenjangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos.,M.AP dalam sambutannya mengatakan, FGD harus dilakukan karena Kabupaten Bima sedang mematangkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
“Beberapa tahapan sudah dilalui, namun beberapa hal yang terkait dengan hal teknis yang diharapkan ada dukungan dari KOMPAK terutama berkaitan dengan perumusan indikator kunci yang direncanakan akan dilaksanakan pada akhir bulan April”. Urai H. Fahrudin.
Dikatakan H. Fahrudin, FGD ini memiliki makna yang sangat strategis untuk menjelaskan beberapa masukan. Karena selain mematangkan dokumen RPJMD, pada saat yang sama juga tengah mematangkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 yang akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati pada akhir Mei 2021″. Terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Provincial Coordinator KOMPAK NTB Anja Kusuma dalam pengantarnya memaparkan, FGD review Pelaksanaan DINDA merupakan kebijakan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bima dan telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Tentu selama perjalanannya, ada hal positif dan negatif. Hal positifnya adalah mendapatkan apresiasi Kementerian Keuangan, Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten lain. Sehingga ada beberapa daerah yang telah melakukan replikasi. Di tingkat provinsi NTB, saat ini sedang berproses untuk melakukan modifikasi dan akan segera dikeluarkan Peraturan Gubernur.
Tentu dalam perjalanannya akan terus diperbaiki dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi terbaru, dimana ada perubahan regulasi dari pemerintah pusat, Provinsi maupun kabupaten. Petunjuk Teknis (Juknis) nantinya diharapkan bisa diaplikasikan dan sesuai dengan kondisi masyarakat”. Imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator KOMPAK Bima Asrullah Lukman menjelaskan, FGD ini dilaksanakan dengan secara daring bagi narasumber di tingkat Pusat dan Provinsi serta tatapmuka dengan penerapan Protokol kesehatan bagi narasumber dan peserta di tingkat kabupaten.
“FGD ini diharapkan menghasilkan resume gambaran implemenetasi DINDA selama 3 tahun terakhir dan pemetaan aspek-aspek yang perlu diperbaiki/ditingkatkan untuk pelembagaan lebih lanjut.
Aspek lain yang diharapkan kata Asrullah, “Pemerintah Daerah membuat pedoman teknis yang baru dengan mempertimbangkan berbagai rekomendasi hasil FGD”.
FGD yang dipandu Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda kabupaten Bima Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc tersebut menghadirkan empat orang narasumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kepala BPKAD, Kepala Bappeda dan Kabid Pemdes.
FGD diikuti 20 peserta yang meliputi unsur Perwakilan Desa, Perwakilan Kecamatan dan Perwakilan OPD Kabupaten Bima. (**)
Bimantika.net Peduli terhadap duka yang sangat mendalam yang dirasakan oleh warga masyarakat akiba terdampak korban banjir sejumlah kecamatan di kabupaten bima atas bencana banjir bandang 2 april 2021 minggu lalu,
Dalam rangka peduli bencana banjir bandang tersebut Ayu Megah Ardiyani, Putri dari Bos Harwoto pemilik “SPBU Toti Mori- Donggobolo Kecamatan Woha” Membagikan bantuan beras sembako kepada warga masyarakat Kecamatan Madapangga dan Kecamatan Bolo yang terdampak banjir, Hari Minggu Siang (11/04/2021).
Saat menyalurkan pembagian beras Sembako di Desa Dena tersebut, Ayu Mega Hardiyani yang di konfirmasi langsung media ini mengatakan bahwa bentuk gerakan yang sedang kami lakukan pada siang hari ini merupakan aksi kepedulian kami membagikan sedikit rejeki untuk sesama guna meringankan beban atas duka yang di rasakan warga masyarakat di kecamatan setempat akibat bencana banjir terjadi yang menerjang hingga terjadi warga yang mengalami terdampak banjir,” Ujar Ayu Mega hardiyani.
“Adapun bantuan beras sembako yang Kami bagikan ini di Kantor desa Dena 20 karung beras berisi 5 Kg, Desa Rade 40 karung beras berisi 5 Kg, Kantor Desa Ncandi 40 karung beras berisi 5Kg kecamatan Madapangga, Di Desa Tambe Kacamatan Bolo 50 bungkus plastik berisi beras 5 Kg, Dusun Sigi Desa Rato 70 bungkus plastik berisi beras 5 Kg”.
Masih kata Ayu Mega Hardiyani, atas adanya bencana banjir tersebut dari lubuk hati saya paling dalam merasakan duka atas bencana banjir terjadi yang menimpa pada warga masyarakat sejumlah kecamatan di kabupaten bima, berangkat langsung dari daerah Bali menuju bima guna untuk membagikan bantuan berupa beras sembako buat warga yang mengalami korban terdampak banjir kemarin, Seiring mengatakan hal tersebut Ayu Mega Hardiyani pun mengucapkan permohonan maklum kepada warga setempat apabila ada sisi kekurangan bentuk dari bantuan yang kami berikan ini mohon dimaklum sebagaimana mestinya.
Sementara itu saat dilakukan penyerahan bantuan di aula kantor desa, Abdul Haris. HMS Kades Dena mengucapkan bentuk ucapan apresiasi terimakasih banyak atas kepedulian dari ibu Ayu Mega Hardiyani, putri dari pak Harwoto pemilik SPBU tersebut telah sesama membagikan sebahagian rejekinya untuk memberikan berupa bantuan beras sembako untuk warga masyarakat yang terdampak bencana banjir di desa ini. (BMM/Yadin)
Bimantika.net Pondok Pesantren Modern Darulifta Algontory (PMDA) Bima yang berlokasi di Jalan Pendidikan RT. 12 RW. 05 Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.
Pondok Pesantren Modern ini dibawah payung Yayasan Alif Bimasakti yang di bina oleh Pembina Yayasan H. Andi Andrian, ST., MT., Ketua Yayasan H. Dian Ilyas Dranolid, S. Pd, dan pengasuh Pondok Pesantren H. Muh. Yunan P. Lc., M. HI.
Minggu (11/4/2021) Ponpes diresmikan untuk melakukan proses belajar mengajar.
Pengasuh Pondok Pesantren, H. Muh. Yunas yang juga lulusan alumni Pondok Pesantren Gontor sekaligus Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini mengemukakan bahwa pondok pesantren yang di gawangi nya ini bersifat Pondok Pesantren Modern.
H. Yunan menguraikan bahwa Pondok Pesantren yang di Asuhnya ini dengan kurikulum pembelajaran 70 Porsen Keagamaan dan 30 porsen pengetahuan Umum.
Mata pelajaran Keagamaan antara lain Dikte Bahasa Arab atau Al Imlak, tafsir, hadist, Mahfudz at ( kata2 bikak para Ulama) Tauhid, (Ako’id bahasa Arab, Al Insa’ (karangan bahasa arab)
“Untuk mata pelajarannya 20 untuk putra dan 21 untuk yang putri dengan tambahan mata pelajaran kewanitaan yakni Nisaiyah, Sistemnya berdiri sendiri, tidak SMP, tidak Madrasah dan Untuk Pondok Murni KMI Kuliatul Muallimin Al Islamiyah” Ujar H. Yunan.
Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang hadir saat Peresmian Ponpes Modern Al Gontory Bima
Terkait dengan Tenaga pengajar H. Yunan menjelaskan bahwa tenaga pengajar yang diasuhnya didatangkan langsung dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Surabaya
Pondok Pesantren Modern Darulifta Algontory atau disingkat PMDA didirikan oleh tiga orang yakni H. Andi Andrian, ST., MT. (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pembina Yayasan Alif Bimasakti) Hj, Nurmuslimah, ST., MT (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pembina Yayasan Alif Bimasakti) Ustad. H. Muh. Yunan Putra, Lc., M. HI. (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pimpinan dan Pengasuh Ponpes)
Visi Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren serta menjadikan Pancasila dan Undang-undang sebagai dasar dan landasan Negara.
Misi Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya khairal ummah. Mendidik dan mengembangkan generasi muslim dan muslimah yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek. Mewujudkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
H. Yunan menjelaskan Ponpes Modern Darulifta Algontory (PMDA) bahwa PMDA menganut sistem yang sama dengan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Maka demikian pula dengan Motto yang dimiliki oleh PMDA, mengambil Motto yang sama dengan Gontor. Hal tersebut bertujuan agar alumni atau jebolan dari PMDA setidaknya menyerupai alumni-alumni Gontor walaupun tidak 100%. Maka Pendidikan di PMDA menekankan pada pembentukan pribadi muslim dan muslimah yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas.
Berbudi tinggi Budi pekerti yang tinggi dan luhur adalah landasan utama yang akan dihadirkan oleh PMDA kepada para santri dan santriwati serta para tenaga pendidik bahkan sampai kepada pengasuh Ponpes. Di lain sisi, dengan budi pekerti luhur inilah orang mengenal dan mengetahui manusia tersebut adalah orang berpengetahuan dan beriman.
Warga undangan yang hadir saat peresmian Ponpes modern Darulifta Al Gontory Bima
Berbadan Sehat Mens sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kira-kira seperti itulah sebuah ungkapan yang sering sekali di dengar. Dengan tubuh yang sehat para santri dan santriwati akan mampu menjalankan tugas dan disiplin serta ibadah yang baik. Maka untuk menjaga kesehatan, Ponpes tetap akan melakukan rutinitas olahraga yang dilakukan secara bersama maupun berjama’ah.
Berpengetahuan Luas Kyai Gontor sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari berbudi tinggi, sehingga seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta tahu prinsip untuk apa ia manambah ilmu.
Para santri dan santriwati di Pondok ini dididik melalui proses yang telah dirancang secara sistematik dan kurikulum yang pasti dan autentik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka diajari cara belajar yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan
Berpikiran Bebas Berpikiran bebas tidaklah berarti bebas sebebas-bebasnya (liberal). Kebebasan di sini tidak boleh menghilangkan prinsip, teristimewa prinsip sebagai muslim mukmin. Justru kebebasan di sini merupakan lambang kematangan dan kedewasaan dari hasil pendidikan yang telah diterangi petunjuk ilahi (hidayatullah). Motto ini ditanamkan sesudah santri memiliki budi tinggi atau budi luhur dan sesudah ia berpengetahuan luas. (BMM/01)