Bimantika.net Senin Sore Pukul 14.00 Wita (17/5/2021) Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Sarae, bersama Bapak Abdul Farid Syarief, SE. Selaku Team Sub TA Finace OSP5 NTB, Korkot Kotaku Kota Bima, Koordinator BKM La Woto, Ketua KSM Lamonca, Sekertaris dan Bendahara.
Kehadiran Bapak Abdul Farid di Aula Kantor kelurahan Sarae sore ini, dalam Rangka melakukan tugas Monitoring atau di sebut dengan melakukan kegiatan “UJI PETIK”, sudah sejauh mana KSM Lamonca melakukan pencatatan, pembukuan, dan pemanfaatan anggaran pada program CFW (Cash for Work) Padat Karya Tunai Program Kotaku tahun Anggaran 2021.
Hingga sampai hari ini KSM Lamonca sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku dan bahkan anggaran, kegiatan ini sudah di lakukan pencairan sebanyak Empat kali.
Dalam sambutanya lurah Oka Budiman, S. Pd berharap untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis antara KSM dan BKM sehingga pelaksanaan pekerjaan ini berjalan lancar dan bisa di pertanggung jawabkan bersama.
Juga pada kesempatan yang sama Bapak Abdul Farid dalam arahannya menegaskan Agar lurah terus memonitoring dan mengawasi kegiatan di lapangan, kemudian antara BKM dan KSM harus terus berkoordinasi.
Lanjutnya tugas kami adalah membantu agar bagaimana dalam pemanfaatan, pencatatan dan pertanggung jawaban anggaran harus sesuai SOP atau aturan main yang berlaku dalam program ini. Tentu harus sesuai dengan yang telah di arahkan oleh fasilitator, Ibu Ida Nurillah, SE selaku Manajemen Keuangan KORKOT 3 Kota Bima”. Ungkapnya.(***)
Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) menyampaikan terima kasih pada Sekretaris Daerah (Sekda) beserta seluruh OPD, lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, atas prestasi Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2020, beberapa waktu lalu.
‘’Terima kasih Kepada Sekda dan semua OPD yang telah berusaha, bahu membahu sehingga dapat meraih opini WTP,’’ ujar Bupati, IDP saat memimpin apel pagi perdana setelah libur Idul Fitri 1442 H, lingkup Pemkab Bima, di Kantor Bupati, Godo, Woha, Senin 17 Mei 2021, pagi.
Menurut Bupati IDP hingga tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten Bima telah meraih WTP enam tahun berturut-turut. Dan mempertahankannya jauh lebih sulit daripada meraih.
Dengan adanya keberhasilan ini, kata Bupati Bima dua periode ini, kerjasama dan kekompakan antar OPD akan lebih baik, untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih.
Bupati Bima 2 Periode Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP)
Dihadapan peserta apel, Bupati Umi Dinda mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangga terhadap keberhasilan yang diberikan berturut-turut oleh Badan Pemeriksa Keuangan itu.
Terkait Pandemi Covid-19. Dijelaskan Bupati IDP bahwa Kabupaten Bima sudah berada pada zona orange. Kepada seluruh jajaran untuk terus melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid agar tidak kembali ke zona merah.
Kepada Kabag Umum Setda Bima, Bupati meminta dapat memperhatikan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer dan air bersih.
Apel pagi pasca libur Ied ini, juga dihadiri Wakil Bupati Bima Drs. H Dahlan HM Noer, Sekda, Kepala OPD, Kabag, Kasubag dan pegawai lingkup Setda Bima, dilanjutkan dengan Halal Bil Halal. (***)
Bimantika.net Bupati Bima 2 Periode Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) usai bertemu Dengan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) di Kediaman Walikota HML langsung berpose dengan simbol Kebanggaannya Dua Periode Saat Pilkada Kabupaten Bima Desember 2020 lalu.
Bupati IDP yang juga Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima ini seolah memberi isyarat pada rekannya satu Partai Golkar nya Walikota HML untuk melanjutkan Kepemimpinan di Kota Bima 2024-2029.
IDP dan HML adalah sosok Politisi Partai Golkar yang berjiwa Merakyat dan sebagai generasi yang di kagumi Kaum Millenial tentunya sangat dekat dengan konstituennya walaupun satu dua oknum menghujat dan membully kepemimpinannya.
“Itu hal yang wajar saja di era digital saat ini” demikian ungkap Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ruslan.
Menurut Ruslan bahwa di era demokratisasi yang cendrung bebas tak terkendali ini tidak bisa dihindari dengan adanya hujatan cacian dan makian buat pemimpin Publik, namun dirinya selaku Politisi berharap agar Publik juga paham etika dan tata cara bersosial media.
“Ada konsekuensi hukum yang tentunya buat diri kita kalau kita tidak mampu mengendalikan diri dalam penggunaan sosial media, karena sudah diatur dalam regulasi UU ITE” ungkap Ruslan.
Soal Gesture Pose Walikota HML dan Bupati IDP yang mengangkat “Dua Jari Pistol” saat dikediaman Walikota HML, Ruslan selaku Politisi PDIP Kota Bima ini Tegas menyebutkan bahwa IDP dan HML tokoh sentral Partai Golkar Kabupaten dan Kota Bima sudah sangat siap bertarung di kancah Pilkada serentak 2024.
“Itu adalah sinyal besar Bupati IDP memberi Dukungan Full pada Walikota HML untuk melanjutkan Dua Periode di Kota Bima” ungkap Ruslan.
Ruslan mengakui bahwa Bupati IDP adalah Pakar Pilkada yang mampu melanggengkan masa kepemimpinannya dua periode ditengah banyaknya hujatan, cacian dan makian.
“Ketangguhan IDP teruji secara politik sehingga saya menobatkannya sebagai Pakar Pilkada” demikian Ujar Ruslan.
Tidak menutup Kemungkinan Pilkada Kota Bima 2024, IDP akan berperan aktif memenangkan HML Dua Periode karena mereka satu payung dalam Partai Golkar. (Dae)
Bimantika.net Mengetahui adanya musibah kebakaran yang menimpa 1 (satu) unit rumah panggung 9 (sembilan) tiang milik Saudara Ruslin (25) di desa Bajo kecamatan soromandi, Anggota Polsek langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu memadamkan sijago merah, Sabtu (15/5) sekitar pukul 15.30 WITA
Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K melalui Kapolsek Soromandi IPDA Zulkipli mengatakan awal kejadian adanya para anak-anak yang sedang bermain korek api di bawah kolom rumah tersebut yang dimana di bawah kolom rumah tersebut ada kulit jagung yang di simpan.
sehingga sumber api berasal dari kulit jagung, kemudian api dengan cepat merambat ke rumah dan mengakibatkan seluruh isi rumah hangus terbakar karena posisi rumah dalam keadaan kosong sedangkan pemilik rumah sedang bertani di kebun kec.Kilo.Kab.Dompu’, kata kapolsek
Kemudian pada Pukul 15. 50 Wita Beberapa warga melihat kejadian tersebut dan melaporkan musibah kebakaran tersebut kepolsek soromandi,
kemudian anggota Polsek langsung mendatangi TKP, Kemudian anggota Polsek bersama masyarakat di sekitar TKP mencoba memadamkan api namun keterbatasan peralatan menjadi kendala proses pemadaman.
Kebakaran tersebut yang mengakibatkan rumah sembilan tiang hangus rata dengan Tanah.
Pada pukul 17.30 wita Api dapat dipadamkan dengan cara manual oleh anggota Polsek dan warga dengan alat seadanya berupa ember dan lain-lain.
Atas kejadian kebakaran tersebut, Kapolsek Soromandi memerintahkan anggotanya untuk memasang garis polisi (Police Line), serta memintai keterangan terhadap saksi dan saksi-saksi lain.
” Dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa ,namun hanya kerugian materi yang dialami korban kurang lebih sebanyak Rp 18.000.000 ( Delapan belas juta rupiah )” terang Kapolsek (***)
Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Bupati Bima 2 Periode Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) sama-sama memiliki gaya kepemimpinan yang sangat merakyat serta memakmurkan Masjid dan Musholla sebagai Prioritas Utama urusan Ke Agamaan.
Baik IDP maupun Walikota HML memiliki gaya yang serupa dalam memperlihatkan gaya kepemimpinannya dalam membangun Kota dan Kabupaten Bima.
Walikota HML dan Bupati IDP
Dimata warga Kabupaten Bima yang di Pimpinnya, IDP identik dengan pemimpin wanita yang sungguh sangat luar biasa memberikan bantuan Masjid dan Musholla yang hampir seluruh Desa se Kabupaten Bima sudah didatanginya.
Begitu juga dengan Walikota HML, yang baru memimpin Kota Bima lebih kurang 2,5 Tahun sudah menunjukkan hal yang sama yakni membangun peradaban Islam bersama dengan sarana prasarana ibadah bagi Ummat Islam di Kota Bima yang mayoritas Penduduknya Islam.
Walikota HML, Bupati IDP (tengah) dan Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Ellya Alwaini
Dua Sosok Politisi Ulung Partai Golkar ini pun memiliki trend merakyat dan sangat dekat dengan rakyatnya. Lebih-lebih lagi Gaya Kepemimpinan Walikota HML yang sederhana dan merakyat.
Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima, Ruslan menyebutkan bahwa Walikota HML sebagai Aktivis 98 tidak diragukan lagi komitmen kerakyatannya sehingga jiwa kerakyatannya sangat mendalam.
“Jiwa keyakyatannya HML terlihat dari pola kebersamaannya dengan Rakyat selama ini yang tidak mengenal lelah turun langsung ke sasaran disaat rakyat membutuhkannya” ungkap Ruslan.
Ruslan pun bukan memuji melainkan dirinya mengetengahkan data di saat Banjir beberapa bulan lalu melanda Kota Bima, Walikota HML walau dalam keadaan sakit saat itu sempat turun langsung dilokasi menyapa warga dengan hati nuraninya.
“Nah, itulah sejatinya pemimpin yang merakyat bukan hanya sebuah slogan yang tanpa makna” demikian ungkap Ruslan. (dae)
Bimantika.net Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima, Ruslan menyebutkan bahwa Walikota H. Muhammad Lutfi, SE (HML) adalah sosok yang Berani, Jujur dan Mau menerima Perbedaan.
“Walikota HML is The best, berani,jujur Dan mau menerima perbedaan, itu modal dasar seorang pemimpin” ungkap Ruslan melalui saluran WhatsApp nya Sabtu (15/5/2021)
menurut Ruslan bahwa Pilkada serentak 2018 termasuk salah satunya pilkada kota -Bima,menjadi ujian apakah demokrasi Indonesia mampu berdiri kokoh.pada pemahaman nilai kemanusiaan yang menyatu dengan nilai ketuhanan,kebangsaan dan musyawarah mufakat dalam perjuangan menegakan keadilan sosial.
Dirinya juga berharal agar jangan sampai demokrasi termasuk pilkada kota-Bima 2018 lalu ustru memecah belah bangsa dan rakyat atas nama kemenangan. Kemenangan kontestan Lutfi-Feri adalah kemenangan seluruh rakyat kota Bima.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) bersama istrinya Hj. Ellya Alwaini dan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP)
Dirinya mengakui bahwa tentu sebagai partai politik yang mengusung PDI Perjuangan pasangan Man-Fera.telah bekerja maksimal dalam memenangkan pertarungan dalam kontestasi pilkada kota, namun Pasangan Lutfi-Fery memenangkan Pertarungan kala itu.
menurutnya pilkada bukan sekedar perebutan kekuasaan atau bicara orang perorang,akan tetapi pilkada kota bima menjadi ajang serta momentum bagi rakyat Untuk memilih para tokoh terbaik Untuk memimpin kota Bima 5 tahunan secara oeriodesasi.
“suka atau tidak rakyat kota Bima menentukan sikap memilih pasangan lutfer dan keluar sebagai pemenang.dan menjadi pemimpin terbaik sehingga kekuasaan yang di peroleh mendapat legitimasi dan dapat berdaya guna untuk seluruh rakyat” ujarnya.
Masih Menurut Ruslan bahwa belakangan ini begitu marak dan berseliweran cara cara tidak bermartabat Untuk menjatuhkan wibawa pemerintah dengan menghujat dan menolak adanya perubahan.
Dirinyapun sadar sepenuhnya kontestasi politik (pilkada ) telah lama selesai, “tugas kami tidak saja dalam kontes politik, akan tetapi cara cara yg di ajarkan oleh agama Islam dan sesuai dengan nilai nilai luhur pancasila” ujar Ruslan.
Parlan Sapaan Akrab Ruslan, yakin kota Bima akan kuat dan jauh lebih maju, bila semua pihak duduk bersama ,membahas perbedaan pandangan terhadap suatu masalah yang di hadapi kota bima untuk kemaslahatan rakyat serta menyampingkan ego dan kepentingan politik.
“Maka tidaklah salah jika partai demokrasi Indonesia perjuangan kota bima mengambil bagian terkecil bergabung bersama pemerintah dalam upaya memberi masukan serta pandangan obyektif demi terwujudnya harapan dan impian rakyat kota Bima” ujar Parlan. (Dae)
Bimantika.net Pantai Lariti yang berlokasi di Desa Soro Kecamatan Sape Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar Sape Lambu.
Salah seorang Warga Desa Malaju Kecamatan Lambu Ibu Sri yang membuka lapak makanan ringan di kawasan pantai lariti menyebutkan bahwa dirinya menjajakkan barang dagangannya dibuka saat hari Sabtu dan minggu.
“Kita buka Sabtu dan Minggu saja, alhamdulillah dalam sehari itu dua ratus ribu” ujar ibu Sri.
Pantai Lariti adalah pantai yang memiliki panorama alam yang Mempesona, yang berada di ujung timur Kabupaten Bima.
Pantauan Langsung Wartawan Media Cetak dan Online Bimantika pada hari Jum’at (14/5/2021) sekilas Pantai ini memberikn kesan pertama begitu menarik hati para pengunjung.
Ibu Sri Salah Seorang Warga Yang Buka Lapak penjualan di Areal Pantai Lariti
Pantai ini berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB, salah satu Kecamatan hasil Pemekaran dari Kecamatan Sape
Ibarat Gadis Belia 17 Tahun, Lariti adalah Pantai cantik nan ayu yang tanpa dipoles pun memberikan aura keindahannya, dan pantai Lariti sangat dekat dengan Pelabuhan Sape,
Untuk menuju ke Pantai LARITI tidak terlalu sulit karena infrastruktur jalan sudah di hotmix walau masih sempit. Saat tiba di Lariti pun para petugas Parkir dengan ramahnya mengatur posisi parkir motor dan mobil para pengunjung. para pengunjung rata-rata merasa nyaman selama berada di pantai Lariti.
Yang sangat menarik dari Pantai Lariti adalah hamparan pasir putihnya yang membelah laut dan menghubungkannya ke pulau mungil yang terletak di sebelah timur yang sudah dibangunkan beberapa Gazebo ukuran 3 x 4 Meter.
Menurut Warga setempat bahwa Terbelahnya laut yang memunculkan bentangan jalan itu tidak setiap saat melainkan ada waktu tertentu ya. “Biasanya laut terbelah sekitar jam 5 sore hingga selesai magrib” ujar Warga setempat yang juga membuka lapak dagangan.
Dirinya tidak mengerti urusan Gaya Gravitasi Bumi, sehingga saat ditanya hanya memberikan jawaban langsung bahwa laut itu akan terbelah setiap jam 4 sore hari hingga selesai magrib dan sesekali dirinya menyebutkan bahwa Laut bisa juga terbelah pada pagi hari sekitar jam 10 pagi hari. Itulah Indahnya Pantai Lariti .(DAE)
Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) Sohalat Idul Fitri 1442 H di Lapangan Pahlawan Raba Bima.
Dalam Penyelenggaraan Ibadah Sholat Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Panitia Idul Fitri 1442 H tersebut nampak Ummat Islam yang yang hadir di lapangan Pahlawan Raba Bima Kamis (13/5/2021) menggunakan Masker sebagai bentuk mengindahkan protokol Kesehatan.
Pantauan Langsung Media Cetak dan Online Bikantika di Lapangan Pahlawan Bima, Secara keseluruhan Pelaksanan Ibadah Sholat Idul Fitri tersebut berjalan aman dan lancar dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.
Usai Sholat Idul Fitri, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Cetak dan Online Bimantika berharap, hari raya Idul Fitri dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kota Bima untuk semakin meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.
“Idul Fitri adalah hari yang ditunggu-tunggu umat Islam selepas menjalankan ibadah Puasa Ramadhan satu bulan penuh, dan Puasa di Bulan Suci Ramadhan adalah perintah Allah swt kepada umat manusia untuk menguatkan iman, peduli sosial, mencintai sesama dan semakin mencintai alam semesta” ungkap Walikota HML.
Harapan Walikota HML di tengah Pandemi Covid-19 semoga Wabah Covid-19 lenyap di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Harapan kita hari ini Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua warga Kota Bima untuk bangkit melawan pandemi Covid-19 dan semoga Wabah Covid-19 Lenyap di NKRI” Demikian harap Walikota HML. (Dae)
Bimantika.net Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Pemerintah Kabupaten Bima, dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bima, Woha, Kamis 13 Mei 2021.
Dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putra Ferryandi, S.IP, Wakil Bupati Bima, Drs. H Dahlan HM Noer, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan S.Pd. Sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bima dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan sholat Ied berlangsung khidmad. Dimulai sekitar pukul 07:00 Wita. Menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Bima KH Abdurahim Haris, Lc sebagai Khatib
Bupati Umi Dinda mengatakan, dalam suasana Hikmat hari raya idul fitri, atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan permohonan maaf.
Suasana ibadah Ramadhan tahun ini, kita masih diuji dengan mewabahnya virus corona. Meski demikian, kita tetap merasakan nikmat yang allah berikan.
Dijelaskan Bupati Bima Dua Periode ini, dua nikmat yang Allah berikan pada bulan Ramadhan. Dan itu terasa secara lahiriah.
Pertama, nikmat saat berbuka walaupun hanya dengan seteguk air. Nikmat karena kita semua telah melampaui ibadah puasa, saat itu dengan tuntas. Mulai dari menahan haus dan lapar, menjaga hawa nafsu, melatih kesabaran, ketabahan, kerendahan hati, jujur dalam berkata-kata dan berperilaku.
Kedua, pada hari raya Idul Fitri ini, kita merasakan kemenangan dalam memerangi hawa nafsu.
“Itulah sebetulnya musuh yang paling besar,”ujar Bupati.
Bupati, Umi Dinda mengatakan, walaupun dalam suasana pandemi covid-19, kenikmatan dan keindahan masih bisa dirasakan. Ini bisa terlihat dan dirasakan, terpancar dari setiap orang, setiap rumah saling memaafkan karena Allah SWT.
“Kita harus bisa melupakan kesalahan orang lain. Cukup mengingat kebaikannya kepada kita. Allah Yang Maha Kuasa, yang bisa memaafkan kesalahan dan dosa-dosa kita. Silaturahmi adalah kunci untuk itu semua,”ungkap Bupati.
Di hadapan jamaah sholat Ied, Bupati Umi Dinda mengingatkan, tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan Covid. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Agar kita semua bisa memutus mata rantai penyebaran covid.
Merefleksi kembali peristiwa kemanusiaan sebelum bulan Ramadhan, kata Bupati, banjir bandang yang melumpuhkan kehidupan saudara kita di Empat Kecamatan. Tentunya, tidak saja menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian harta benda. Hal itu, kita semua merasa berduka dan berempati.
“Untuk itu, saya mengajak kita semua bersabar. Mari jadikan ujian ini, sebagai bahan introspeksi diri. Kita petik hikmah dengan senantiasa memperkuat ibadah. Menjaga hubungan kepada Sang Pencipta, juga kepada sesama insan. Mari kita jaga alam dan alam menjaga tetap,”harap Umi Dinda.
Bupati yang juga Ketua DPD II Golkar Kab Bima ini, menyampaikan, terima kasih dan penghargaan kepada segenap masyarakat, TNI, Polri dan unsur aparat keamanan lainnya yang Telah mampu menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan.
Sehingga, segenap umat Islam khususnya di Kabupaten Bima, Dana Mbojo dapat melaksanakan ibadah puasa dengan khusyu dan tawadhu. (***)
Bimantika.net Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijirih, akan dilaksanakan pada Kamis 13 Mei 2021. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, berencana akan melaksanakan Sholat Ied, di Halaman Kantor Bupati Bima, Godo, Woha. Bersama Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP), Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer serta pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Bima.
Terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 H ditengah pandemi covid-19, Pemkab Bima mengeluarkan Surat Edaran (SE), tanggal 11 Mei 2021, ditujukan pada Camat dan Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Bima. Dijelaskan dalam SE, yang ditandatangani Bupati Bima, bahwa tempat penyelenggaraan sholat idul Fitri dapat dilaksanakan di semua wilayah dengan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes).
Kecuali pada wilayah yang dianggap masih belum aman dari Covid-19. Sholat Ied dibolehkan di lapangan atau masjid. Dengan syarat menyiapkan petugas yang mengawasi penerapan Prokes pada tempat pelaksanaan sholat Ied.
Membersihkan atau Disinfektan di area pelaksanaan Sholat. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan, untuk memudahkan penerapan dan pengawasan Prokes. Menyediakan fasilitas cuci tagan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat pelaksanaan.
Membawa sajadah masing-masing dari rumah dan memakai masker. Menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman dan berpelukan. Menjaga jarak minimal satu meter. Tidak mewadahi sumbangan jamaah dengan cara menjalankan kotak amal. Karena berpindah-pindah tangan, rawan terhadap penularan penyakit.
‘’Mempersingkat pelaksanaan khutbah Ied, tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunya,’’jelas Bupati Umi Dinda.
Kegiatan takbir pada malam hari, kata Bupati, dilaksanakan di masjid/musholla hanya oleh Pegurus, Lebe Nae, Cepe Lebe dengan pengeras suara dan tidak melakukan takbir keliling.
Bupati Bima dua periode ini menghibau TNI, Polri, Pol PP, Camat dan Kades, dapat meningkatkan pengamanan dan pengawasan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (***)