Bimantika.net _Salah seorang Advokat Bima, Al-Imran, SH kini mempermasalahkan soal ketidaktersediaannya air bersih di Hunian Tetap Kadole dan Oi Fo’o.
Al Imran yang di Konfirmasi Media Online Bimantika Selasa Malam (16/8) menyebutkan bahwa seharusnya air kebutuhan warga yang menempati hunian tetap tersedia dengan Anggaran yang memadai dipergunakan untuk dua item paket proyek yakni jaringan air bersih dan sanitasi perumahan Oi Fo’o 1 senilai Rp 2,5 Milyar dan jaringan air bersih dan sanitasi perumahan Oi Fo’o 2/Kadole senilai Rp3,3 Milyar.
Pemerintah Kota Bima membantah keras tentang pernyataan Al Imran yang dianggap cenderung menyebarkan fitnah.
sekal
Kepala Dinas Kominfo Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd saat di wawancara ekslusif oleh Media Online Bimantika Rabu siang 17 Agustus 2022 menyebutkan bahwa apa yang dikatakan oleh Al Imran, SH sama sekali tidak sesuai dengan fakta dan data.
“Apa yang Al Imran sebutkan itu tidak benar dan menurutnya lebih condong fitnah karena pekerjaan SPAM di Oi Fo’o 1 dan 2 bukan segitu anggarannya, itu karangan Al Imran saja” tegas Kadis Kominfo.
Kadis Kominfo meluruskan penyataan Al Imran bahwa, anggaran yang pergunakan dalam proyek jaringan air bersih dan sanitasi tersebut totalnya berjumlah Rp 4.879.540.000,- (empat miliar delapan ratus tujuh puluh sembilan juta lima ratus empat puluh ribu rupiah) yang digunakan di perumahan Oi Fo’o 1 sebanyak Rp2.590.000.000,- dan Perumahan Oi Fo’o II sebanyak Rp2.289.540.000,-.
“Bukan Lima Milyar lebih sebagaimana yang Al Imran sebar luaskan di ruang publik” ujar Kadis Kominfo.
Masih menurut Kadis Kominfo bahwa seluruh item kegiatan proyek tersebut telah selesai dan semua bisa dipertanggung jawabkan baik secara administratif maupun secara teknis.
Terkait pembangunan Bak Penampung di tahun berikutnya yakni Tahun 2020 menurut Kadis Kominfo wajib dilaksanakan untuk menampung air yang telah disedot kemudian selanjutnya didistribusikan ke masing-masing perumahan warga di kompleks tersebut.
“Soal air mengalir terus kok, kalaupun listriknya tidak dibayar tentu air nya tidak mengalir, intinya air mengalir pembangunan SPAM tidak ada masalah, yang masalah hanya Al Imran yang sebarluaskan Informasi yang cenderung memfitnah” ujarnya.
Kadis Kominfo mengakui sedikit ada problem air karena itu hanya masalah teknis saja.
“Masalah ketersediaan air selama ini karena pertama, mesin penyedot air tersambar oleh petir (sehingga panel listrik tidak stabil) dan akhirnya rusak dan alat penyedot air hidup terus dan lupa/tidak di matikan sehingga rusak” urainya.
Kadis Kominfo pun membeberkan bahwa Sekarang Alhamdulillah semua teratasi (air dan sanitasi) telah berjalan dengan baik dan lancar, dan masalah-masalah kecil seperti adanya sebagian kecil pipa-pipa yang rusak akan segera ditangani oleh KP-SPAM.
“Wajarlah kalau ada sedikit kerusakan-kerusakan akibat tidak ditinggali” ungkapnya.
Kadis Kominfo Tegaskan Pemerintah Kota bersama masyarakat akan terus memperhatikan fasilitas yang dibutuhkan agar aktivitas tersebut berjalan lancar seperti dalam tahun ini juga akan terbangun Tower jaringan telekomunikasi untuk wilayah Kadole Oi Fo’o dan sekitarnya.
“Harapan Pak Walikota agar masyarakat segera pindah dan hidupkan suasana bermasyarakat di Kadole dan Oi Fo’o, sehingga pembangunan berjalan terus untuk menata dan mengembangkan pemukiman” Demikian ungkap Kadis Kominfo. (***)