Walikota HML : “Hari Kebangkitan Nasional Adalah Gerakan Moral & Perubahan Generasi Anak Bangsa”

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Istri Hj. Elly Alwaini

Bimantika.net _Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara Ekslusif oleh Media Online Bimantika bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei membeberkan Hari Kebangkitan Nasional yang sangat bersejarah itu.

Walikota HML yang juga eksponen Aktivis Pergerakan 98 ini menyebutkan bahwa 20 Mei 1908, Organisasi Budi Utomo didirikan oleh dr. Sutomo dan para pelajar STOVIA. Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Menurut Walikota HML bahwa tujuan dari perayaan Hari Kebangkitan Nasional adalah agar masyarakat bangsa Indonesia terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan semangat gotong royong kita sebagai landasan dasar dalam melakukan pembangunan Bangda dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari kebangkitan Nasional memiliki kaitan sejarah panjang dengan organisasi Gerakan Boedi Oetomo” Tegas Walikota HML pada Media Online Bimantika saat diwawancara walau dalam kondisi kurang fit akibat banyaknya aktivitas.

Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei tiap tahunnya, sebenarnya merupakan hari lahirnya organisasi Boedi Utomo.

Menurut Walikota HML bahwa Kebangkitan Nasional yang merupakan kebangkitan bangsa Indonesia yang mulai memiliki rasa kesadaran nasional ditandai dengan berdirinya Boedi Utomo tanggal 20 Mei 1908 dan lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Lanjut Walikota HML yang juga Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini bahwa secara garis besar, faktor pendorong kebangkitan nasional terbagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan internal.

Menurutnya Faktor internal yakni penderitaan yang berkepanjangan akibat penjajahan; kenangan kejayaan masa lalu, seperti pada masa Kerajaan Sriwijaya atau Majapahit; dan munculnya kaum intelektual yang menjadi pemimpin gerakan.

Sedangkan faktor eksternalnya Menurut Walikota HML adalah timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme; munculnya gerakan kebangkitan nasional di Asia seperti Turki Muda, Kongres Nasional India, dan Gandhisme; dan kemenangan Jepang atas Rusia pada perang Jepang-Rusia yang menyadarkan negara-negara di Asia untuk melawan negara barat.

“Itulah yang melatari hadirnya sebuah Gerakan Gerakan Kepemudaan pada anak Bangsa ini” ujar Walikota HML. (***//Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *